Sukses

Sering Bercinta Sebabkan HIV?

02 Oct 2015, 11:43 WIB
Pria, 22 tahun.

Jika sering bercinta bs terkena HIV?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Sering Bercinta Sebabkan HIV?Sering bercinta (melakukan hubungan seksual) bukanlah faktor resiko terkena infeksi HIV.

Yang menjadi masalah adalah ketika berhubungan seksual dilakukan secara tidak sehat; sex bebas / berganti-ganti pasangan, berhubungan dengan orang yang beresiko (pelaku prostitusi) atau penderita HIV/AIDS.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan, oleh karena itu ijinkan kami jelaskan sedikit mengenai HIV & AIDS.

Beberapa cara penularan HIV adalah melalui darah, melalui cairan mani/vagina, dan dari Ibu ke Anak.

Bila tidak ada kontak dengan darah (misalnya pertemuan luka dengan luka) dan tidak ada pertukaran cairan vagina/mani maka kecil resiko untuk tertularnya HIV.

Untuk mendeteksi HIV Anda dapat melakukan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi.

Masa ini disebut periode jendela (window period). Dalam masa seperti ini, bisa saja seseorang mendapatkan hasil tes negatif karena antibodinya belum terbentuk sehingga belum dapat dideteksi , tapi jika iya memang mengidap HIV sudah bisa menularkan virus.

Infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini. Silakan klik next untuk melanjutkan.

Sering Bercinta Sebabkan HIV?

Infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah :

  • Nyeri kepala

  • Diare

  • Mual dan Muntah

  • Lelah

  • Nyeri otot

  • Nyeri menelan

  • Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

  • Demam

Hubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Tahap Kedua

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis. Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun. Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Tahap Ketiga  (Infeksi HIV dan AIDS)

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala dalam hal ini kondisi fisik akan terasa menurun diantaranya:

  • Lelah setiap saat

  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

  • Demam > 10 hari

  • Keringat malam

  • Berat badan menurun drastis

  • Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

  • Sulit bernafas

  • Diare yang berkepanjangan

  • Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

  • Mudah berdarah atau memar

Bila anda khawatir akan bahaya tertular penyakit HIV akibat hubungan seksual yang tidak sehat, maka tidak ada salahnya anda menjalani pemeriksaan HIV. Anda juga dapat menjalani pemeriksaan tersebut melalui Layanan Konseling dan Testing Sukarela atau VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang tersedia pada puskesmas atau rumah sakit terdekat di lokasi Anda.

Selain itu penting adanya melakukan upaya pencegahan. Sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan seksual yang tidak aman selain tidak baik secara agama dan moral juga Anda sangat berisiko terkena infeksi menular seksual, termasuk HIV yang dapat berakibat fatal.

Kami sertakan artikel yang dapat Anda baca : 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

 

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar