Sukses

Vaksin Typhoid

14 Sep 2015, 09:27 WIB
Pria, 28 tahun.

Asw..Selamat Malam Dokter.. Dok, Ada Yang Ingin Saya Tanyakan Tentang Vaksin Untuk Tyfus/Tyhpoid. Hampir Setiap Tahun Saya Selalu Terkena Tyfus Dan Pengobatan Yang Dilakukan Dengan Antibiotik Serta Obat Penurun Demam,,Setelah Saya Baca2 Di Artikel Kesehatan Untuk Mencegah Agar Kebal Terhadap Tyfus Yaitu Dengan Diberi Vaksin Tyfus ?? Apakah Itu Benar Dokter ?? Baiknya Untuk Di Vaksin Setelah Sembuh Brp Lama Dari Tyfusnya ? Mohon Penjelasan Mengingat Tyfus Sangat Mengganggu Aktivitas Saya,. Terima Kasih Hormat Saya

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Mohon maaf atas keterlambatan kami dalam menjawab konsultasi Anda. Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Demam Tifoid (tifoid) adalah penyakit serius disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Tifoid menimbulkan gejala demam, lelah, lemah, nyeri perut, sakit kepala, tidak ada nafsu makan, dan kadang disertai ruam. Apabila tidak diobati angka kematian mencapai 30%. Sebagian penderita tifoid dapat menjadi karier pembawa kuman yang dapat menyebarkan penyakit.

Terdapat 2 jenis vaksin tifoid;
  • Vaksin dari kuman hidup yang dilemahkan ( attenuated ) diberikan dengan diminum (oral). Untuk jenis vaksin oral ini tidak beredar lagi di Indonesia
  • Vaksin mati ( inactivated ) diberikan dengan suntikan

Vaksinasi ini dianjurkan pada;

  • Wisatawan yang akan pergi ke negara yang endemik tifoid. Karena Sebagian besar pelancong mendapatkan infeksi ketika sedang berwisata (Catatan: vaksin ini tidak akan melindungi anda dari penyakit tifoid 100% jika anda tidak memperhatikan makanan dan minuman jajanan)
  • Mereka yang kontak dekat dengan carrier typhoid
  • Laboran yang bekerja dengan kuman Salmonella typhi.

Vaksin tifoid suntikan untuk wisatawan: satu kali suntikan sudah cukup, diberikan 2 minggu sebelum berangkat. Dosis booster (penguat) diperlukan untuk mereka yang mempunyai risiko setiap 3 tahun.

Sebagai kesimpulan, vaksinasi ini hanya dianjurkan bagi individu yang terpapar dengan kuman penyakit (misalnya tenaga medis, petugas laboratorium), berpergian ke daerah endemik, atau petugas kebersihan. Namun demikian, vaksinasi ini juga tidak 100% efektif melindungi dari penyakit.

Bagi Carrier seperti Anda, yang diperlukan adalah meningkatkan daya tahan tubuh (mencukupi gizi seimbang, dan istirahat yang cukup) serta mencegah kekambuhan. Agar terhindar dari penyakit demam tifoid,  lakukanlah upaya-upaya pencegahan berikut ini;

  • Hindari tempat yang kotor atau memiliki sanitasi yang buruk.
  • Masaklah air sampai matang sebelum digunakan untuk minum atau menggosok gigi.
  • Makanlah hanya makanan yang dimasak sampai matang dan disajikan dalam keadaan hangat/panas.
  • Hindari makanan mentah. Masak atau kupas makanan terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.
  • Hindari jajan makanan dan minuman apapun ditempat yang tidak terjamin kebersihannya.
  • Jangan gunakan sembarang es batu untuk dimasukkan dalam minuman/makanan, kecuali jika es batu tersebut jelas-jelas terbuat dari air mineral atau air yang sudah dimasak terlebih dahulu.
  • Tutuplah makanan dengan tudung saji dan simpan di tempat yang bersih dan terlindung agar tidak dihinggapi kecoa, lalat, atau tikus.
  • Bawalah selalu cairan yang mengandung alkohol untuk membersihkan tangan bila tidak tersedia air bersih.
  • Cuci tangan sebersih mungkin dengan sabun dan air bersih sesudah menggunakan toilet, sebelum menyiapkan/memasak makanan, dan sebelum makan, terutama jika anda sedang mengalami gejala-gejala demam tifoid.
  • Gunakan antibiotik yang diresepkan dokter dengan lama terapi sesuai anjuran walaupun gejala sudah membaik.
  • Jalani diet sehat untuk mengganti zat-zat gizi yang hilang selama sakit.
  • Tingkatkan konsumsi cairan untuk mencegah dehidrasi yang diakibatkan oleh demam atau diare berkepanjangan.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar