Sukses

Tiba-tiba Tidak Bisa Mendengar
16 Apr 2016, 18:24 WIB
Pria, 18 tahun.

Dok, tiba2 telinga sebelah kiri saya tidak bisa mendengar. Apa penyebabnya dan apa solusinya dok? Apa ini bersifat sementara apa harus pergi ke dokter? Makasih sebelumnya dok.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sejak kapan keluhan tersebut muncul?   Apakah sebelumnya Anda mengalami influenza? Apakah disertai gejala lain, seperti demam atau keluarnya cairan dari telinga? Di mana Anda beraktivitas sehari-hari, apakah di lokasi yang penuh dengan bising? 

Kami akan memberikan penjelasan mengenai gangguan pendengaran. Ada tiga jenis utama dari gangguan pendengaran:

  1. Gangguan pendengaran konduktif terjadi dari masalah di liang telinga.  Gendang telinga atau telinga tengah tidak dapat mengirimkan suara secara efektif ke telinga bagian dalam. Masalah ini dapat disebabkan oleh infeksi telinga, tumor, atau benda (seperti penumpukan lilin) di telinga.

  2. Kehilangan pendengaran sensorineural seringkali disebabkan oleh kerusakan sel-sel rambut di telinga bagaian dalam. Penyebab potensial lainnya termasuk kerusakan pada saraf atau otak 8. Jenis gangguan pendengaran sering disebabkan oleh usia-terkait perubahan saraf dan sel-sel sensorik dari telinga bagian dalam.

  3. Gangguan pendengaran campuran adalah kombinasi dari gangguan pendengaran konduktif dan sensorineural, yang berarti bahwa mungkin ada kerusakan di telinga luar atau tengah, serta di telinga bagian dalam (koklea) atau saraf pendengaran. Kehilangan pendengaran campuran dapat disebabkan oleh cedera kepala, infeksi kronis, atau kelainan bawaan.

Gangguan pendengaran dapat mempengaruhi satu atau kedua telinga. Hal ini dapat terjadi tiba-tiba (akut) atau secara bertahap memburuk dari waktu ke waktu. 

Pada pendengaran normal, gelombang suara masuk ke telinga bagian luar Anda. Suara kemudian melakukan perjalanan melalui telinga ke koklea, yang berupa tabung berisi cairan. Saat cairan bergetar, ribuan rambut halus ikut bergerak dan mengubah getaran suara menjadi impuls saraf. Impuls tersebut kemudian dikirim ke otak Anda di mana mereka akan diproses menjadi suara yang dapat Anda kenali.

Gangguan pendengaran terjadi ketika ada masalah dengan struktur telinga yang terlibat dalam proses pendengaran. Setiap kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran berat:

  1. Usia. Pada lansia, struktur di telinga menjadi kurang elastis. Rambut-rambut halus rusak dan kurang mampu merespon gelombang suara. Gangguan pendengaran dapat berkembang selama beberapa tahun.

  2. Suara keras. Paparan suara keras, misalnya dari alat-alat listrik, pesawat terbang, senjata api, atau dari mendengarkan musik keras pada earphone dapat merusak sel-sel rambut di koklea. Parahnya kerusakan tergantung pada tingkat kenyaringan suara dan lamanya mendengar suara tersebut.

  3. Infeksi telinga. Saat infeksi telinga terjadi, cairan menumpuk pada bagian telinga tengah. Biasanya gangguan pendengaran karena infeksi telinga, bersifat ringan dan sementara. Namun, jika infeksi telinga tidak diobati, mereka dapat menyebabkan gangguan pendengaran berat dan jangka panjang.

  4. Lubang pada gendang telinga. Infeksi telinga, suara keras, trauma kepala, atau tekanan kuat di telinga saat terbang dalam pesawat atau melakukan scuba diving dapat membuat lubang di gendang telinga – membran yang memisahkan saluran telinga dan telinga bagian tengah. Ini biasanya menyebabkan kehilangan pendengaran ringan atau sedang kecuali ada beberapa masalah lain.

  5. Penyakit atau infeksi. Seperti : Campak, gondok, meningitis, dan penyakit meniere.

  6. Tumor. Tumor, baik yang jinak maupun ganas dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang parah. Ini termasuk neuroma akustik (schwannoma vestibular) dan meningioma. Orang yang memiliki tumor mungkin juga mengalami mati rasa atau kelemahan pada wajah dan dering di telinga.

  7. Sebuah benda asing di telinga. Ketika benda terjebak di telinga, mereka dapat memblokir pendengaran. Kotoran telinga – substansi, tebal lengket yang biasanya mencegah bakteri dan zat asing lainnya dari memasuki telinga – kadang-kadang dapat menumpuk dan mengeras di telinga, mematikan kemampuan untuk mendengar.

  8. Cacat telinga. Beberapa orang dilahirkan dengan struktur telinga yang tidak normal, yang mencegah mereka dapat mendengar dengan baik

  9. Trauma. Cedera seperti patah tulang tengkorak atau gendang telinga tertusuk dapat menyebabkan gangguan pendengaran yang parah.

  10. Obat-obatan. Beberapa jenis obat, termasuk kelas aminoglikosida antibiotik (streptomycin, neomisin, kanamisin),  aspirin, obat kemoterapi (cisplatin, carboplatin), Vicodin (dalam jumlah besar), antibiotik makrolida (eritromisin) dapat menyebabkan gangguan pendengaran. Kadang-kadang efek ini bersifat sementara dan pendengaran akan kembali setelah Anda berhenti minum obat, tetapi dalam banyak kasus gangguan pendengaran menjadi permanen.

Mengenai kondisi Anda saat ini, kami tidak dapat menentukan penyebab dari gangguan pendengaran Anda.  Namun untuk penanganan lebih lanjut, kami sangat menyarankan Anda untuk melakukan konsultasi dengan dokter spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan penunjang (seperti audiografi dan endoskopi telinga) bila diperlukan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar