Sukses

Jerawat Pada Usia Remaja
11 Jun 2015, 16:59 WIB
Pria, 14 tahun.

Dok,saya kan masih smp kelas 2 kok sudah jerawatan,penyebabya apa dok.Dan obatnya ada ga merknya apa? Trima Kasih

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Saudara yang terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Masa pubertas seperti pada usia Anda adalah masa di mana produksi hormon, seperti testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria dan wanita meningkat. Hormon inilah yang memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak untuk memproduksi minyak kulit secara berlebihan. Berbicara tentang usia, perubahan hormon ini bisa terjadi pada remaja hingga dewasa muda, dari usia 12 sampai dengan 24 tahun. 

Berikut adalah penyebab jerawat selain hormonal yang patut Anda ketahui:

  • Stress
  • Faktor hormonal. Salah satu faktor penting yang menyebabkan timbulnya komedo dan jerawat adalah meningkatnya produksi hormon testosteron, yang dimiliki oleh tubuh pria maupun wanita. Hormon testosteron yang terdapat dalam tubuh pria maupun wanita memicu timbulnya jerawat dengan merangsang kelenjar minyak (sebaceous gland) untuk memproduksi minyak kulit (sebum) secara berlebihan.
  • Kelenjar minyak yang terlalu aktif
  • Keturunan dari orangtua
  • Bakteri di pori-pori kulit

Pengobatan jerawat juga perlu memperhatikan faktor-faktor di atas. Jerawat dapat timbul kembali jika faktor-faktor di atas tidak dapat dikontrol dengan baik. Selain pengobatannya memang membutuhkan kesabaran, juga memerlukan pengendalian dari pola makan, kebiasaan membersihkan wajah, pengendalian stress dan sebagainya.

Pengaruh makanan terhadap jerawat ini memang masih banyak diperdebatkan dan seringkali ditemukan hasilnya individual, namun, jika setelah dicoba dalam jangka waktu tertentu memberikan hasil yang terbaik, maka sebaiknya diet rendah lemak, rendah karbohidrat dan konsumsi produk susu yang terkontrol harus dipertahankan.

Konsumsi makanan rendah karbohidrat dapat mempengaruhi kontrol hormonal pada jerawat sehingga jerawat dapat membaik. Kadar gula dalam darah yang terkontrol dapat memperbaiki kondisi berjerawat. Selain itu, produk susu dan juga makanan berlemak sebaiknya juga dihindari. Makanan-makanan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan minyak dalam kelenjar sebasea kulit sehingga memicu terjadinya jerawat. Sebagai alternatif, pilihlah produk susu yang bertanda rendah lemak. 

Pengobatan jerawat didasarkan dengan cara mengurangi produksi minyak, melawan infeksi bakteri, mempercepat pergantian sel kulit dan mengurangi peradangan. Obat yang dapat digunakan adalah retinoic acid, benzoil peroksida, dan antibiotik topikal/oles. Pengobatan yang diberikan dapat termasuk pengobatan luar dan juga obat-obatan minum tergantung derajat keparahan jerawat.

Cucilah muka dengan sabun muka khusus untuk jerawat setidaknya 2 kali sehari, terutama setelah beraktivitas atau berkeringat. Sabun jenis apakah yang Anda gunakan selama ini?

Untuk pengobatan topikal, dapat menggunakan retinoic acid dioleskan pada malam hari setiap hari. Selain untuk mengobati komedo dan jerawat, obat ini dapat pula mengecilkan pori-pori dan mencerahkan kulit. Awal penggunaan jerawat dapat muncul semakin banyak, kulit menjadi merah serta mengelupas, namun penggunaan obat harus tetap dilanjutkan sampai minimal 3 bulan, jika perlu seterusnya. Hindari paparan sinar matahari jika menggunakan obat tersebut atau gunakan sunblock dengan SPF minimal 30. Namun memilih sunblock juga harus berhati-hati karena sebagian besar dapat memicu munculnya komedo lebih banyak, pilihlah sunblock dan semua produk perawatan kulit yang berlabel non-comedogenic. Pada jerawat yang berukuran besar dan meradang dapat diberikan suntik kortikosteroid. Semua terapi ini harus atas indikasi dan berada di bawah pengawasan Dokter.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi langsung ke dokter spesialis kulit karena penanganan kulit berjerawat memang membutuhkan waktu yang lama sehingga perlu pemantauan dan kesabaran. Selain dari obat-obatan luar dan obat-obatan minum, Anda juga perlu memperhatikan diet dan kebersihan wajah.

Prosedur lainnya untuk menghilangkan komedo dan jerawat adalah mikrodemabrasi dan atau chemical peeling. Namun sebaiknya sebelum memilih dan melakukan prosedur tersebut, kulit Anda dianalisa terlebih dahulu seperti jenis komedo dan jerawat, jenis kulit, dan adanya reaksi alergi. Setelah itu baru dipilihkan jenis cairan kimia dan konsentrasi / kekuatan yang sesuai untuk kondisi kulit Anda.

Berikut kami sertakan artikel untuk melengkapi informasi Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar