Sukses

Diet Ketogenic

19 Jun 2015, 14:55 WIB
Wanita, 23 tahun.

Dokter, sy ingin mengkonsultasikan sepupu laki2 sy, usia 2 th 2bl, BB 12 kg. Saat usia 8 bl dia terkena kejang mendadak, dirawat d icu, dan rs selama 2 minggu, sepulang dr rs sampai tangan & kaki kiri jadi kaku sulit digerakan, mata kiri juga maaf, jd juling. Pertumbuhanya jg balik jd 0 lg, sudah fisioterapi, tp saat ini masih sering kejang. Bisa lbih dr 10 x per hari. Kejangnya seprti kaget, brulang bberapa kali, tp stlah kejang, biasa dy tertawa/menangis keras. Kejang sering timbul saat melamun. Yg ingin sy tanyakan, selain minum obat dokter, bolehkah dia melakukan diet ketogenic? Apa yg dilakukan bila dy kejang? Trimakasih dokter

Terima kasih telah menggunakan fasilitas e-konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Epilepsi adalah sebuah gangguan saraf kronik yang ditandai oleh kejadian kejang berulang akibat gangguan aktivitas listrik di otak. Kondisi yang Anda alami bisa jadi merupakan sebuah serangan minor.

Setiap kondisi yang menyebabkan gangguan pola normal aktivitas saraf dapat menyebabkan kejang. Epilepsi dapat timbul dari perkembangan sel saraf yang tidak normal, ketidakseimbangan senyawa kimia dalam otak, atau kombinasi keduanya. Namun tidak semua kejang dapat dikatakan sebagai epilepsi. Diagnosis epilepsi baru ditegakkan setelah dilakukan wawancara medis lengkap dan pemeriksaan EEG.

Terapi epilepsi sebaiknya dilakukan sedini mungkin setelah diagnosis epilepsi ditegakkan. Terapi pilihan untuk epilepsi adalah dengan pemberian obat antikejang. Jenis obat yang dipilih disesuaikan dengan jenis dan variasi kejangnya. Kebanyakan pasien hanya memerlukan satu jenis obat (monoterapi), meski masih terdapat beberapa yang memerlukan dua jenis obat antikonvulsan atau lebih.

Sampai saat ini, epilepsi belum dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol dengan obat-obatan (obat anti kejang) yang mencegah terjadinya epilepsi. Operasi untuk menyembuhkan operasi pun termasuk salah satu operasi yang sulit. Prosedur pembedahan hanya dipertimbangkan sebagai salah satu terapi pada kasus-kasus yang tidak responsif terhadap pengobatan antikejang. Selain pembedahan, masih ada beberapa metoda lain, yaitu:

  1. Diet ketogenik (diet tinggi lemak dan rendah karbohidrat). Mekanisme tidak diketahui dan terutama diterapkan pada kasus epilepsi berat.

  2. Stimulasi elektrik

Terdapat beberapa studi yang meneliti peran metoda pengobatan alternatif sebagai terapi epilepsi, seperti akupuntur, intervensi psikologis, vitamin, dan yoga namun tidak ada satupun diantaranya yang terbukti bermakna. Jadi dapat disimpulkan bahwa terapi epilepsi yang dilakukan pertama kali adalah dengan memberikan obat antikejang. Satu-satunya terapi epilepsi tanpa obat ataupun pembedahan adalah dengan menerapkan diet ketogenik, dan terapi ini baru dipertimbangkan apabila obat-obatan tidak dapat membantu untuk mengendalikan kejang. Dan yang tidak kalah penting adalah tindakan pencegahan kejang itu sendiri. Sebaiknya pasien mulai mengenali faktor-faktor yang dapat memicu timbulnya kejang sehingga pajanannya dapat diminimalisir. 

Diet ketogenik harus diawasi oleh dokter spesialis anak/saraf dan spesialis gizi. Diet ketogenik ini umumnya diberikan untuk anak-anak, jarang diberikan untuk orang dewasa karena kesulitan mengikuti menu diet. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak Anda mengenai diet ini.

Sebagai kesimpulan, orang dengan epilepsi dapat hidup secara normal. Yang terpenting adalah penderita epilepsi tersebut mengikuti terapi yang sudah ditentukan oleh dokter, hindari pencetus kejang (bila ada), makan makanan bergizi, olahraga teratur, dan hindari stres. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar