Sukses

Pemeriksaan Kesuburan Wanita
13 Apr 2016, 10:06 WIB
Wanita, 23 tahun.

saya mau bertanya, saya 2 bulan lagi akan menikah? apakah perlu cek kesuburan? dan cek kesuburan di di dokter kandungan atau ada ahli lainnya atau bahkan di dokter umum sudah bisa? kiranya saya mau mencoba meminum prenangen esensis, apakah itu baik dikonsumsi sebelum menikah? terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Pemeriksaan Kesuburan Wanita

Agar bisa hamil, indung telur wanita harus menghasilkan sel telur yang sehat. Selain itu, saluran reproduksi juga harus baik sehingga sperma dapat melewati saluran telur untuk bertemu dan membuahi sel telur. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk menilai fungsi organ reproduksi baik atau tidak diantaranya:

  • Hysterosalpingography (HSG)

Pemeriksaan dilakukan dengan menyuntikan cairan kontras ke dalam rahim untuk mengevaluasi kondisi rahim dan tuba falopi (saluran telur). Jika terdapat sumbatan, maka cairan kontras tidak dapat melewati saluran telur.

  • Pemeriksaan hormonal

Menilai kadar hormon estradiol, progesteron, follicle stimulating hormone (FSH), luteinizing hormone (LH), tiroid, prolaktin, testosteron, yang mengontrol proses reproduksi.

  • Pemeriksaan ovarium

Menilai kualitas dan kuantitas sel telur yang dapat berovulasi. Biasanya diawali dengan pemeriksan hormonal.

  • Pemeriksaan radiologi

Biasanya dilakukan pemeriksaan USG untuk menilai kondisi rahim dan tuba falopi. Kadang diperlukan pemeriksaan HSG untuk memperjelas kondisi rahim jika tidak terlihat dengan pemeriksaan USG.

Pemeriksaan untuk pria

Syarat utama kesuburan pria adalah testis harus memproduksi sperma yang sehat dan dapat diejakulasi ke dalam vagina dan membuahi sel telur. Berikut ini adalah pemeriksaan yang dapat dilakukan pada pria:

  • Analisa semen

Dokter akan meminta spesimen cairan semen. Semen bisa diambil saat masturbasi atau dengan senggama terputus, kemudian dimasukan ke dalam tabung yang sudah disediakan. Pemeriksaan ini bertujuan menilai kesehatan sperma dan cairan semen.

  • Pemeriksaan hormonal

Pemeriksaan hormonal yang biasa dilakukan adalah menilai kadar testosteron atau hormon lainnya jika diperlukan.

  • Ultrasonografi (USG) transrektal dan skrotum

Pemeriksaan ini bertujuan unutk menilai apakah ada kelainan ejakulasi seperti ejakulasi retrograde atau sumbatan pada saluran ejakulasi.

  • Pemeriksaan genetik

Bertujuan untuk mengevaluasi apakah ada defek genetik yang menyebabkan infertilitas.

Untuk pemeriksaan kesuburan wanita dapat anda lakukan dengan dokter kebidanan dan kandungan. Sedangkan untuk pria dapat dilakukan oleh dokter spesialis andrologi (bila ada) maupun urologi.

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar