Sukses

Tidak Nyaman Di Tulang Punggung
13 Apr 2016, 10:18 WIB
Wanita, 18 tahun.

Misi dokter, saya mau nanya. Dulu saya bermasalah dengan tulang punggung . Saya tidak bisa beranjak sewaktu saya duduk di kursi. Pantat ini serasa beraat. Lalu saya berkonsultasi, dan di suruh duduk di atas ban selama 2 bulan. Dan sekarang saya bisa duduk dengan normal. Tapi bbrp bulan terakhir ini, tulang punggung saya kembali bermasalah lagi, saat tidur saya merasakan ke tidak nyaman di tulang punggung, tepatnya di pinggang. Lalu saya tidur di lantai yang datar sambil menggoyang2 kan badan sampai tulang punggung itu berdekuk. Apa itu boleh dokter? Dan satu lagi , punggung saya sering terasa seperti ke sertum, dan ke setrum ini lama kadang sampai ke paha belakang . Itu kenapa yah dokter? Terimakasih atas waktunya dokter, saya harap dokter bisa menjawabnya

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Kondisi anda mengarah kepada spondylolisthesis. Pada keadaan normal tulang belakang tersusun bertumbuk satu sama lainnya dalam satu garis lurus. Pada spondylolisthesis, salah satu ruas tulang belakang bergeser dari tempatnya sehingga mencederai jaringan dan saraf di sekitarnya. Hal ini menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman pada daerah leher, punggung atas, punggung bawah, tergantung lokasi tulang yang terkena.

Gejala yang dirasakan adalah nyeri di daerah punggung bawah, pinggul dan bokong. Nyeri dirasakan memburuk jika pada posisi berdiri atau menekukkan tubuh ke belakang dan lebih terasa tidak nyaman apabila memposisikan tubuh condong ke depan. Rasa tegang dan kejang otot juga merupakan gejala yang sering dikeluhkan penderita spondylolisthesis. Dalam kondisi tertentu, dimana terdapat keterlibatan saraf maka penderita akan merasakan kesemutan, rasa kebas, dan kelemahan otot. Pada beberapa kasus juga terdapat keluhan buang air besar dan buang air kecil.

Diagnosis dilakukan melalui anamnesis mengenai gejala yang dirasakan, aktivitas sehari-hari, posisi tubuh dalam pekerjaan sehari-hari, dan hal-hal yang dilakukan untuk meredakan nyeri. Setelah itu dilakukan pemeriksaan fisik seperti postur tubuh, seberapa jauh jarak gerakan yang bisa dilakukan tanpa merasakan nyeri, sensasi sentuhan di tubuh untuk mengetahui ada tidaknya keterlibatan saraf serta kekutan dan reflex otot. Pemeriksaan radiologis juga diperlukan, seperti rontgen, CT-Scan arau MRI untuk melihat struktur jaringan lunak.

Kebanyakan penderita Spondylolisthesis degeneratif tidak memerlukan tindakan operasi, terutama pada kasus dimana tulang tidak bergeser terlalu jauh. Obat-obatan dapat digunakan untuk meredakan nyeri dan mengatasi kejang otot. Selain itu juga disarankan agar pasien membatasi aktivitas harian, menjaga postur tubuh agar tulang belakang lurus, atau dapat juga dengan alat penyanggah tulang belakang.

Ada kalanya untuk mengatasi rasa sakit yang berkepanjangan, maka dilakukan dengan tindakan pembedahan. Pembedahan dilakukan apabila tulang bergeser jauh dari tempatnya atau gejala yang timbul sudah tidak bisa lagi diatasi dengan terapi konservatif. Pada tahap ini gejala yang ada bisa menimbulkan perubahan cara berjalan dan gangguan sistem kemih akibat penekanan saraf oleh tulang yang bergeser. Prosedur operasi yang umum dilakukan adalah laminektomi dan fusi lumbal posterior.

Kami anjurkan anda kembali berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan penyebab dan penanganan yng tepat sesuai kondisi penyakit anda tersebut.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

0 Komentar

Belum ada komentar