Sukses

Asal Lambung Naik Ke Kerongkongan

05 Jun 2015, 16:21 WIB
Wanita, 17 tahun.

Dok, saya mau nanya. sejak beberapa bulan terakhir ini perut saya mual dan mualnya ini kadang terasa sampai ke tenggorokan dan kadang saat bersendawa ada yang naik dan rasanya pahit2 asam. Dan terkadang dada pun juga ikutan sakit dokter. Lalu perut bagian bawah kanan dan kiri tiba tiba suka sakit dok, dan saya kalau bab juga suka berdarah dok , itu kenapa ya dok?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com 

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Sebelumnya, izinkan kami bertanya :

  • Apakah Anda juga mengalami rasa sakit atau perih di perut kiri atas dan ulu hati?
  • Apakah ada rasa panas di dada?
  • Apakah keluhan muncul setelah makan/minum pedas, asam, soda?
  • Apakah Anda pernah mengalami ini sebelumnya?

Jika ya, kemungkinan Anda mengalami GERD. Namun, diagnosis pasti baru dapat ditegakkan setelah melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik langsung oleh dokter.

Sindrom dispepsia merupakan suatu kumpulan gejala saluran cerna terdiri dari perut kembung, terasa penuh sehingga mudah kenyang, perut perih di bagian atas (ulu hati), sering bersendawa, mual, muntah, dll. Dispepsia biasanya disebabkan oleh penyakit ulkus lambung atau kelebihan asam lambung. Jika asam lambung naik ke kerongkongan (refluks) maka disebut GERD (Gastro-esophageal reflux disease).

Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya. Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada, kembung, begah/sesak, batuk kering yang lama, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Hindari stres

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, asam, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti obat-obat antinyeri/NSAID (ibuprofen, asam mefenamat, dll), nitrat, antikolinergik, antidepresan trisiklik.

Terapi GERD adalah dengan obat yang dapat menetralkan asam lambung atau dengan mengurangi produksi asam, seperti Antasid, Alginates (alternatif untuk Antasid), PPIs (omeprazole, lansoprazole) dan pada kasus yang berat dapat memerlukan tindakan operasi. Terapi GERD biasanya membutuhkan waktu lama, bisa sampai 2-3 bulan, biasanya perkembangan dilihat setiap 1-2 minggu.

Lakukan pengobatan secara teratur dan lakukan saran-saran di atas untuk mengurangi gejala GERD. Sedangkan buang air besar dengan darah dapat menjadi pertanda dari beberapa jenis penyakit, seperti infeksi (disentri), hemoroid (ambeien), Fisura Ani, Peradangan Usus (seperti Crohn Disease) atau kanker kolon. Kami sarankan Anda untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh. 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar