Sukses

Psoriasis dan Dermatitis Seboroik

04 Jun 2015, 13:49 WIB
Pria, 21 tahun.

1. Dikulit kepala saya ada jamur seperti ketombe. Jika dikelopek maka akan berbekas seperti pergantian kulit. dan anehnya penyakit ini hanya ada jika rambut saya panjang. apa penyebab dan solusi obat dari penyakit ini ? 2. Dikulit punggung saya, seperti jamuran, namun jika terkena sinar matahari, kulit punggung saya seperti terbakar. Dan anehnya kulit punggung saya seperti bekas luka yang mengering, kemudian mengelopek dan membekas putih. bagaimana solusinya dok ?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Dari keluhan yang Anda sampaikan masih menyisakan beberapa kemungkinan diagnosis yaitu psoriasis dan dermatitis seboroik. 

 

Lapisan epidermis kulit kepala secara rutin akan berganti. Pada kebanyakan orang, pengelupasan kulit kepala atau penggantian lapisan epidermis ini tidak terlihat. Namun terdapat beberapa kondisi dimana pergantian sel tidak seperti biasanya atau sangat cepat. Untuk orang dengan ketombe, pergantian sel berlangsung dalam 2-7 hari, sementara bagi orang normal pergantian sel membutuhkan waktu 1 bulan. Hal ini mengakibatkan kulit kepala menjadi berminyak, berketombe dengan lapisan yang putih atau keabu-abuan. 

Dalam dunia kedokteran, ketombe dikenal sebagai dermatitis seboroik. Dermatitis seboroik merupakan suatu reaksi peradangan yang berkaitan dengan proliferasi kulit normal yang disebabkan oleh jamur Pityrosposrum ovale. Dermatitis seboroik tidak hanya mengenai rambut, namun dapat juga mengenai area tubuh yang memiliki kadar sebum (minyak) tinggi lainnya seperti telinga, wajah, dada, dan lipatan kulit seperti ketiak.  Ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu:

·       Kulit berminyak

·       Stres

·       Defisiensi imun (HIV)

·       Kelelahan

·       Kebersihan kulit kepala kurang

Pengobatannya adalah dengan menghindari faktor pencetus dan pemberian obat-obatan. Apabila memang ketombe Anda disebabkan oleh jamur, maka Anda dapat memakai produk shampo antijamur yang mengandung Zinc pyrithione, Selenium sulfide, dan Ketoconazole. Shampo ketokonazole lebih efektif dibandingkan Zinc pyrithione. Selenium sulfida juga sering dipakai. Selenium sulfid digunakan dalam bentuk shampo, pemakaiannya dianjurkan 2-3 kali dalam seminggu selama  minimal 1 bulan. Setelah rambut dibasahi dan dioleskan sampo, diamkan selama 5 menit, setelah itu bilas. Pada kasus peradangan yang lebih berat mungkin akan membutuhkan tambahan kortikosteroid atau obat jamur oral, namun hal ini hanya diberikan oleh dokter yang memeriksa.

Pemakaian obat ini juga memiliki beberapa efek samping seperti iritasi kulit local, pewarnaan kulit. Jarang terjadi adanya efek kembalinya gejala setelah pengobatan dihentikan seperti kulit kepala berminyak, pewarnaan rambut atau kerontokan rambut. Jadi Anda tidak perlu khawatir karena penggunaan ini dapat membantu menghilangkan ketombe dan juga mengurangi kerontokan akibat infeksi jamur ini.

Namun, Anda dapat  menghentikan penggunaan selenium sulfide dan hubungi dokter Anda jika mengalami kondisi yang tidak wajar seperti lepuhan parah, gatal, kemerahan, pengelupasan, kekeringan atau iritasi kulit.

Jika setelah pengobatan tidak ada perubahan, sebaiknya Anda mengkonsultasikan masalah Anda dengan dokter spesialis kulit dan Kelamin untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Psoriasis adalah penyakit peradangan pada kulit yang bersifat kronis, dimana penderitanya mengalami pergantian kulit yang terlalu cepat. Penyakit ini terkadang hilang timbul, tidak mengancam jiwa, namun dapat menurunkan kualitas hidup karena dapat membuat penderitanya menjadi kurang percaya diri bila tidak dirawat dengan baik. Psoriasis tidak menular namun dapat diturunkan secara genetik. Peneliti menyatakan penyakit ini dapat disebabkan oleh karena kelainan kekebalan tubuh. Namun, sampai saat ini penyakit psoriasis belum diketahui penyebabnya secara pasti, sehingga belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan secara total penyakit psoriasis.

Psoriasis dihubungkan dengan sistem kekebalan tubuh, yang dipengaruhi terutama oleh sel T (salah satu jenis sel darah putih). Pada orang normal, Sel T akan membantu pertahanan tubuh dengan menyerang bakteri ato virus. Pada penderita psoriasis, Sel T akan menyerang sel kulit yang sehat, sehingga untuk mengatasinya, tubuh akan meningkatkan pembentukan sel kulit yang sehat. Yang terjadi adalah, siklus pembentukan sel kulit baru yang terlalu cepat. Berbeda dengan pergantian kulit pada manusia normal yang biasanya berlangsung selama tiga samapai empat minggu, proses pergantian kulit pada penderita psoriasis berlangsung secara cepat yaitu sekitar 2-4 hari, bahkan bisa terjadi lebih cepat, sehingga akan menyebabkan pembentukan kulit yang tebal dan bersisik.

Psoriasis biasanya diawali atau diperburuk oleh faktor pencetus yang kita ketahui dan dapat dihindari. Faktor pencetusnya antara lain:

  • Infeksi, contohnya infeksi pada faring

  • Luka pada kulit, seperti tergores, gigitan serangga atau terbakar

  • Stress berlebihan

  • Cuaca dingin

  • Merokok

  • Minum alkohol berlebihan

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan psoriasis secara total. Semua pengobatan yang ada hanya dapat menekan gejala psoriasis, memperbaiki keadaan kulit, mengurangi rasa gatalnya. Sebagian besar penderita tidak pernah mencapai suatu keadaan sembuh yang bebas pengobatan sehingga penderita psoriasis tidak bisa berhenti dari pengobatan, ada pengobatan lanjutan sebagai pemeliharaan yang diberikan dalam jangka waktu lama untuk mempertahankan kondisi dan juga untuk mengontrol kelainan kulit yang baru.

Hal lain yang harus diperhatikan sebelum memilih pengobatan psoriasis adalah derajat keparahan yang diderita. Juga lokasi penyakit, tipe, usia dan jenis kelamin juga riwayat kesehatan penderita.

Langkah pertama yang dilakukan adalah pengobatan luar (topical). Langkah ini dapat dilakukan untuk penderita psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari 5 persen. Obat yang bisa digunakan antara lain ter batubara, kortikosteroid, calcipotriol, antralim, retinoid topical (tazaroten), asam salisilat, pimekrolimus, emolien dan keratolitik.

Langkah kedua atau fototerapi biasanya dipakai untuk mengobati psoriasis yang berhasil dengan pengobatan topical.

Langkah ketiga adalah pengobatan sistemik, yaitu obat yang dimakan atau dimasukkan melalui suntik. Obat tersebut akan diserap dan masuk ke dalam aliran darah kemudian tersebar ke seluruh tubuh. Obat-obat yang bisa digunakan antara lain retinoid, metotreksat, siklosporin, azatiophrine .

 

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar