Sukses

Sering sedih, menangis, tertekan, dan insomnia

31 May 2015, 23:27 WIB
Wanita, 18 tahun.

Saya sering mengalami perasaan sedih dan ingin menangis yg kadang saya tidak mengerti apa sebab nya,saat saya mendengar orang bertengkar atau orang berteriak saya merasa sangat ketakutan. Saat saya merasa sangat tertekan saya akan Mengalami insomnia dan magh saya akan kambuh saya juga akan mudah sakit.

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Dari keluhan yang Anda sampaikan kemungkinan gejala yang Anda alami mengarah pada geja;a depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan  mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

GEJALA DAN TANDA 

  • Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)

  • Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.

  • Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.

  • Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.

  • Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.

  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )

  • Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari

  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah  yang berlebihan atau tidak tepat.

  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.

  • Pikiran akan kematian yang berulang.

  • Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.

  • Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat

  • Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien. Diagnosa pasti ditentukan dengan adanya pemeriksaan secara menyeluruh dan juga wawancara medis secara detail, jadi bukan hanya dilihat dari gejalanya saja. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar