Sukses

Hamil dengan Miom
28 May 2015, 08:16 WIB
Pria, 26 tahun.

pagi,sya ingin menanyakan mengenai kehamilan yg disertai miom,karena istri sya hamil 12 minggu disertai miom.. dan sering pendrahan sperti daging.. apa yg harus kita lakukan untuk mengatasinya... apakah itu berbahaya untuk istri dan janin.. terima kasih..

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Pada umumnya mioma tidak akan mengganggu proses kehamilan kecuali bila letaknya di bawah selaput dinding rahim (submukosa) atau di dalam otot rahim (intramural) yang berpotensi dapat tumbuh menekan ke arah rongga rahim yang biasanya ukurannya besar (diameter lebih dari 3cm).

Mioma saat proses kehamilan akan tumbuh menjadi lebih besar karena adanya peningkatan kadar hormon. Sehingga mungkin saja baru bisa terdeteksi dan mengganggu kehamilan yang semakin besar.

Mioma pada kehamilan (tergantung ukuran dan lokasi), dapat menyebabkan keguguran, lahir prematur, gangguan kontraksi rahim dalam persalinan atau pun pasca persalinan

Mengenai perdarahan yang dialami istri Anda, kami menyarankan Anda untuk mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menentukan langkah yang perlu diambil saat ini.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar