Sukses

Mengatasi Gangguan Ereksi

26 May 2015, 16:49 WIB
Wanita, 38 tahun.

mohon maaf sebelumnya dokter suamiku usia 31 tahun, tinggi 160 berat 100 kg. suami perokok, memiliki keluhan sedikit tentang ereksi akhir2 ini. Kadangkala bisa kadangkala tidak. meski bisa ereksi tapi tidak bisa lama. perlu pemanasan yang lama. apakah ini karena obesitas atau rokok. dulunya kami tidak pernah ada masalah dalam seks. hanya akhir2 ini saja. Kenapa ya dok? dan kemana sebaiknya kami harus berkonsultasi. Terimakasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi tanya dokter di KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Keluhan suami Anda saat ini adalah gangguan ereksi. 

Jika yang Anda maksud sulit atau tidak dapat ereksi maka mungkin Anda mengalami disfungsi ereksi. Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah :

  • Kelainan pembuluh darah

  • Kelainan persarafan akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi

  • Kelainan pada penis

  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual. Gangguan psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi.

  • Obesitas. Pada pria obesitas terjadi perubahan keseimbangan hormon testosteron sehingga dapat menyebabkan menurunnya gairah seksual dan performa seksual serta gangguan ereksi (disfungsi ereksi).     

  • Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini.

  • Obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Merujuk dari pertanyaan Anda, apakah obesitas dan merokok bisa menjadi salah satu penyebabnya, jawabannya bisa saja karena kedua faktor tersebut menjadi beberapa faktor penyebab gangguan ereksi. 

Untuk memastikan diagnosa dari keluhan suami Anda diperlakukan pemeriksaan secara langsung, maka dari itu jika keluhan berkelanjutan dan semakin mengganggu maka kami sarankan suami Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah urologi untuk diagnosis dan terapi lebih lanjut. 

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. 

Salam sehat, 

    0 Komentar

    Belum ada komentar