Sukses

Menu MPASI untuk Anak yang Alergi
03 Jul 2015, 09:19 WIB
Pria, 30 tahun.

Anak saya alergi susu sapi dan susu kedelai. Saat ini usia 7 bulan, dgn bb 8,6kg. Saat ini sudah mpasi. Ketika dicoba, anak saya alergi dgn pisang dan alpukat. Bisa terima wortel, pir, apel, beras putih, beras merah, brokoli, dan kaldu sapi. Mohon saran dan petunjuknya untuk menu mpasi agar nutrisinya tetap terpenuhi.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan saat ini. Alergi susu sapi adalah reaksi alergi yang melibatkan antibodi IgE terhadap satu atau lebih fraksi protein yang terdapat dalam susu. Alergi susu sapi sering dikacaukan dengan intoleransi laktosa oleh karena gejalanya yang serupa. Bagaimanapun, intoleransi laktosa dan alergi susu sapi tidak berhubungan. Alergi susu sapi merupakan reaksi alergi yang dipicu oleh sistem imun, sedangkan intoleransi laktosa adalah masalah yang disebabkan oleh sistem pencernaan. Alergi susu sapi adalah reaksi alergi sejati yang dapat dideteksi dengan tes darah dan/atau prosedur sederhana yang disebut uji cukit kulit.

Manifestasi klinis alergi protein susu sapi pada anak paling banyak terlihat pada saluran pencernaan, yaitu sebesar 50-60 persen. Sisanya terlihat di kulit dan saluran nafas. Gejalanya mulai dari ringan sampai berat hingga mengancam jiwa, seperti udem laring (tersumbatnya saluran napas) dan syok anafilaksis yang berakibat tidak sadar atau maut. Manifestasi pada saluran pencernaan biasanya dalam bentuk muntah dan diare berkepanjangan. Gejala pada kulit berupa bercak-bercak kemerahan yang gatal. Sementara gejala pada saluran napas bisa didapatkan asma, batuk, dan bersin.

Apabila anak Anda benar menderita alergi susu sapi, sebaiknya anak Anda menghindari segala makanan yang berbahan dasar susu sapi seperti keju, biskuit susu, dsb. Sebagai alternatif, susu kedelai, susu beras, dan susu nabati lain dapat menggantikan susu sapi, namun perlu diketahui bahwa 20% anak yang alergi susu sapi juga memiliki alergi terhadap susu kedelai. Untuk beberapa kondisi medis tertentu, di mana penggunaan formula dianjurkan oleh tenaga kesehatan mengingat anak membutuhkan nutrisi dalam susu sapi untuk tumbuh kembangnya, penggunaan formula partially hydrolyzed and extensive hydrolyzed lebih disarankan, dibandingkan dengan penggunaan susu kedelai (soy) dalam penanganan alergi susu sapi. Formula partially hydrolyzed  (formula terhidrolisasi sebagian) umumnya digunakan untuk mencegah timbulnya gejala alergi pada anak yang memiliki resiko alergi karena factor keturunan, sedangkan formula extensive hydrolyzed (formula terhidrolisasi seluruhnya) umumnya diberikan kepada anak yang telah menunjukkan gejala alergi (manifestasi alergi). Perilaku mengganti susu dengan jenis yang benar menjadi suatu masalah. Kesalahan memutuskan pemilihan susu pada anak berdampak panjang di masa depan. Susu PHP merupakan jenis yang partially hydolyzed dan dapat dijadikan pilihan untuk anak Ibu.

 

Menu MPASI bagi Anak

Sesuai dengan rekomendasi dari WHO, MPASI sebaiknya diberikan 2-3 kali dalam sehari pada usia 6-8 bulan, meningkat menjadi 3-4 kali dalam sehari pada usia 9-11 bulan, dan pada usia 12-24 bulan bisa ditambahkan camilan bernutrisi sebanyak 1-2 kali dalam sehari. Pada bayi yang mendapat ASI, kebutuhan kalori yang dibutuhkan dari MPASI adalah:

  • Pada usia 6-8 bulan sebanyak 200 kcal per hari

  • Pada usia 9-11 bulan sebanyak 300 kcal per hari

  • Pada usia 12-23 bulan sebanyak 550 cal per hari

 

 

Beberapa jenis makanan yang sering kali menjadi pemicu alergi pada anak antara lain:

  • Telur

  • Susu dan produk olahan susu

  • Kedelai

  • Kacang-kacangan

  • Ikan

  • Kerang

  • Gandum, dan sebagainya

Pada beberapa anak, alergi makanan dapat “menghilang” seiring dengan pertumbuhan anak menjadi dewasa, atau dapat juga bertahan seumur hidup. Jika Anda memiliki anak yang baru memasuki masa MPASI, identifikasi alergi makanan amatlah penting untuk dilakukan. 

Anda dapat menerapkan beberapa kiat berikut:

  • Ketika memberikan jenis makanan baru, lakukan secara bertahap
  • Berikan satu jenis makanan baru, lalu tunggu setidaknya 3 sampai 5 hari sebelum menambahkan jenis makanan baru dalam menu Si Kecil. Perhatikan dengan saksama reaksi anak setelah mengonsumsi makanan tersebut
  • Tetap sertakan makanan yang sebelumnya ia konsumsi dan sudah terbukti bebas alergi
  • Hindari memberikan beberapa jenis makanan baru secara bersamaan karena apabila timbul reaksi alergi, maka Anda akan kesulitan mengidentifikasi jenis makanan mana yang memicu alergi

Apabila anak Anda sudah memiliki alergi makanan, prinsip penanganannya adalah dengan menghindari makanan pemicu alergi tersebut. Hingga saat ini belum terdapat obat-obatan yang dapat menghilangkan alergi. Obat-obatan yang tersedia saat ini bertujuan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan akibat reaksi alergi tersebut.

Jika anak mengalami reaksi alergi namun Anda mengalami kesulitan untuk mengetahui jenis makanan penyebabnya, langkah selanjutnya adalah dengan berkonsultasi langsung dengan dokter anak untuk evaluasi lanjut, agar dapat dilakukan pemeriksaan terkait untuk mengetahui jenis makanan apa saja yang memicu alergi.

Kami sarankan Anda untuk berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis anak yang menangani anak Anda, agar dapat dilakukan pemeriksaan dan diketahui kondisi terakhir anak Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar