Sukses

9 Bulan Menikah Belum Punya Keturunan

09 Apr 2016, 20:33 WIB
Wanita, 18 tahun.

Dok saya sudah berumah tangga selama 9 bulan dan sedang merencanakan kehamilan dengan konsul rutin sama dokter kandungan tapi belum juga hamil. Dan kemarin saya sakit tenggorokan dan telinga hingga saya harus ke dr.tht katanya saya amandel dan harus poto rontgent thorax. Awalnya saya gamau karna takut bisa menyababkan kemandulan kata orang sih gitu tapi saya gatau karna baru pertama kali. Dokter meyakinkan bahwa tidak apa2 dan saya nurut aja. Tapi setelah poto rontgent saya masih kepikiran dan takut (saya rontgent dalam keadaan haid dok) Pertanyaanya: 1. Apakah ada cara lain untuk saya agar segera memiliki momongan? 2. Apa benar rontgent berakibat kemandulan. Tapi saya baru melakukan nya sekali dok dan itupun karena terpaksa karna diharuskan dan apakah ada efek samping lain? 3. Dan apabila ada kemungkinan efek samping mandul bagaimana kita bisa mendeteksinya sejak dini apakah ada check lab nya ? Mohon penjelasanya dok

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

1. Ingin Memiliki Keturunan

Menurut penelitian, sedikitnya hanya sekitar 85% pasangan suami istri yang akan hamil dalam satu tahun pertama pernikahan dan 92% pada tahun kedua pernikahan. Seseorang baru dapat dikatakan memiliki masalah infertilitas primer (gangguan kesuburan) apabila telah memenuhi kriteria berikut, yaitu : belum memiliki keturunan setelah 1 tahun berhubungan seksual teratur (2-3x/minggu) tanpa menggunakan kontrasepsi. Bagaimana dengan frekuensi Anda dan suami melakukan hubungan seksual? 

Untuk mendapatkan keturunan, anda sebaiknya melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat. Waktu yang tepat untuk berhubungan seksual agar cepat mendapatkan keturunan adalah saat terjadinya ovulasi (masa subur). Ovulasi adalah suatu peristiwa dimana sel telur keluar dari ovarium dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Pada wanita dengan siklus menstruasi yang teratur (28 hari), waktu terjadinya ovulasi dapat diperkirakan sekitar 2 minggu sebelum terjadinya menstruasi berikutnya. Setelah dikeluarkan, sel telur dapat bertahan hidup selama 24 jam, sementara sperma yang telah dikeluarkan dapat bertahan hidup 48-72 jam, karena itu dianjurkan anda melakukan hubungan seksual 2 hari sebelum hingga 2 hari sesudah waktu perkiraan ovulasi.

Untuk mengetahui masa subur, perlu diketahui siklus menstruasi selama 3-6 bulan terakhir. Siklus menstruasi diketahui dengan cara menghitung jarak hari dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi pada bulan berikutnya.Untuk menghitung masa subur, dibutuhkan minimal pola menstruasi 3 bulan terakhir,misalkan pola menstruasi seseorang dari Januari hingga April adalah 31 hari, 28 hari, 33 hari. Kemudian dibuat rata-ratanya. Karena rata-ratanya menghasilkan 31 hari, maka masa suburnya (ovulasi) akan terjadi pada 15-16 hari sebelum hari pertama menstruasi yang akan datang bulan berikutnya. 

Karena itu untuk memperbesar kemungkinan terjadi pembuahan, kami sarankan untuk berhubungan intim teratur, 3-4x/minggu, terutama pada saat terjadinya ovulasi. Pada sebagian besar pasangan, kehamilan dapat terjadi dalam 1 tahun pertama setelah menikah.

Perlu juga diperhatikan:

  • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil.
  • Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
  • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas, Menurut The Center for Disease Control(CDC), wanita yang berencana untuk hamil dianjurkan mengkonsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
  • Ketahui masa subur Anda, dan lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas).

2. Rontgen sebakan Kemandulan?

Memang, radiasi yang dihasilkan dari sinar X dapat menimbulkan berbagai akibat negatif bagi tubuh, namun hal ini terjadi jika terpapar terlalu sering dalam jangka waktu yang lama. Untuk itu anda tidak perlu khawatir.

3. Tes Kesuburan

Untuk mengetahui kesuburan harus dilakukan dengan tes kesuburan dan tes hormonal. Tes kesuburan yang umum dilakukan oleh wanita adalah USG untuk melihat anatomi alat reproduksi, tes hormonal, dan bila perlu dilakukan tes HSG (Hysterosalpingography). Tes hormonal yang dilakukan untuk pemeriksaan kesuburan wanita umumnya adalah estradiol, LH, dan FSH. Untuk pria sebaiknya dilakukan tes analisis kualitas dan kuantitas sperma. Anda dapat berkunjung ke rubrik kebidanan dan kandungan untuk menambah informasi Anda.

Berikut artikel yang dapat Anda baca juga:

7 Tips Menjaga Kesuburan

3 Faktor Turunkan Kesuburan Pria

10 Cara Meningkatkan Kesubaran

Terlalu Lama di Gym Akan mengurangi Kesuburan Wanita

Kesuburan Pria Juga Tergantung Asupan

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

    0 Komentar

    Belum ada komentar