Sukses

Mengatasi Depresi

27 Jul 2015, 20:12 WIB
Wanita, 18 tahun.

Latar belakang keluarga saya bercerai saat sy kls 2 smp. Singkat cerita sy mencari kesibukan sendiri, sampai sma akhirnya saya punya ssorg yg pertama kalinya benar2 sy sayang dan saya mau berpacaran namun pada awal tahun 2015 ini dengan tbtb dia memutuskan sy padahal tdk ada apa2 sblmnya. Sy merasa sgt kecewa krn hanya dgn dia sy mau dan melakukan sesuatu yg seharusnya belum dilakukan pd umur sy (tp tdk seks pranikah) Sy merasa kecewa dan semua ini tdk adil. Saya merasa bahwa saya skrg sendiri lagi, setiap detik dlm hidup saya memiliki mood yg berubah, terkadang seperti tidak ada apapun flm kepala saya, terkadang saya langsung menangis tanpa sebab/kadang tau sebabnya, kadang ingin menangis tanpa sebab/tau sebabnya, terkadang saya merasa sangat marah, kesal, bahagia, senang, sedih, bersemangat, malas tdk ingin melakukan apapun, namun yg paling sering dialami adl saya merasa cemas luar biasa rasanya sungguh tidak nyaman saya jadi semakin sering berfikiran untuk membunuh diri saya sendiri tapi tidak dengan cara yg mencolok perhatian org banyak (sprt gantung diri, melompat, menabrakan diri, dll) Saya sdh beberapa kali meminum obat dengan dosis berlebih tapi yg sy rasakan hanya sakit di perut (pertama kl mencoba), migren lalu jd sakit kepala ke semua arah, mual sampai muntah namun setelah itu saya bisa tidur pulas sekali. Saya lakukan hal tsb berulangkali. Namun saat saya berhenti sy merasakan lagi namanya tidur pun sampai merasa madih tidak tenang. Saya sungguh lelah harus bangun dengan perasaan cemas, panik, sedih, dsb. Ketika ingin tidur susah sekali, ketika berhasil tidur tidak juga mendapat ketenangan..

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami turut prihatin dengan kondisi Anda. Namun mengapa Anda merasa pesimis dan putus asa? Pertama perlu kami katakan bahwa Anda harus bersemangat dalam hidup ini, cobalah lihat berbagai aspek positif dalam kehidupan Anda. Pasti banyak sekali berkat yang ada dalam kehidupan Anda. Cobalah diskusikan dengan teman dekat jika Anda memiliki masalah tertentu. 

Selain itu, perasaan pesimis dalam hidup dan rasa akan mati merupakan tanda dari depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan  mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

GEJALA DAN TANDA 

  • Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)
  • Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.
  • Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.
  • Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.
  • Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.
  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )
  • Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari
  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah  yang berlebihan atau tidak tepat.
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.
  • Pikiran akan kematian yang berulang.
  • Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
  • Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat
  • Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Kami menyarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri. Sementara itu, cobalah untuk menceritakan masalah Anda kepada teman dekat dan dekatkan diri dengan Tuhan dengan perbanyak doa. Bantuan atau dukungan teman sangat berarti dalam menghadapi segala masalah yang sedang Anda hadapi.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

 

Salam

0 Komentar

Belum ada komentar