Sukses

Keluar Cairan Hangat Saat Berhubungan Seksual?

15 May 2015, 15:40 WIB
Wanita, 27 tahun.

Siang dokter.dok saat ini saya buang air kecil lbh sering dan air kencing yg saya kluarkn tdk banyak tp berulang-ulang apa penyebabny ya dok.??.krna sudah bbrpa hr ini sprti itu..apa ada pengaruh dengan mencampurkn air minum dingin dan panas.? Saat bercinta suami merasa ada cairan hangat yg keluar dr saya apa itu air kencing,krna saya tdk merasakan..bahayakah bila tercampur dgn sperma? mohon penjelasanny dok.Terimakasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com,

Kemungkinan Anda mengalami Infeksi saluran kemih (ISK). ISK menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, BAK sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. ISK lebih mudah terjadi pada wanita karena wanita daripada pria. Secara umum, penyakit ini tidak menular. ISK disebabkan oleh beberapa jenis kuman penyakit, dan beberapa diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.

  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Namun, infeksi saluran kemih juga dapat timbul tanpa gejala dan baru terdeteksi dari hasil urinalisis. Hasil ini pun tergantung cara penampungan sampel urin. Untuk memastikan masih adanya infeksi saluran kemih, dapat dilakukan pemeriksaan kultur urin. 

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK. Karena tidak ada obat yang menjamin penyakit ini tidak kambuh lagi, hal yang dapat dilakukan adalah menjaga daerah genital agar tetap kering dan bersih dan asupan cairan yang cukup. Selain hal-hal tersebut, terkadang pemberian obat-obatan juga diperlukan untuk mengatasi gejala(simptomatik) seperti untuk mengatasi nyeri ataupun demam yang menyertai dan juga untuk memberantas organisme penyebab infeksi saluran kemih tersebut. Untuk mengetahui pengobatan yang sesuai, perlu diketahui organisme penyebab yang dapat diketahui melalui pemeriksaan lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan urinalisis. Adapun mencampurkan air panas dan air dingin tidak memiliki kaitan dengan penyakit ini.

Selain itu, untuk menjawab mengenai pertanyaan Anda seputar cairan yang keluar saat berhubungan seksual, sayang sekali data yang ada tidak mencukupi sehingga kami sulit memperkirakan arah penyebabnya. Sejak kapan hal tersebut dirasakan, apakah sejak awal melakukan hubungan seksual? Apakah konsistensi cairan tersebut, kental atau cair? Bagaimana warna dan aroma cairan tersebut? Pernahkah Anda buang air kecil tanpa disadari? Apakah Anda sering mengalami keputihan? Informasi tersebut dibutuhkan untuk dapat menentukan kemungkinan kondisi yang Anda alami.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga membantu. 

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar