Sukses

Demam dan Diare Pada Anak

04 Apr 2016, 19:03 WIB
Wanita, 28 tahun.

pagi dok... saya memiliki bayi usia 8bln... akhir bln kmr anakku terkena diare..gejala'y mencret,mual muntah dan demam serta tidak bisa tidur lbh dr 12 jam.. saya rawat ke rumah sakit slma 4 hari sampai dokter menyatakan boleh pulang tp selang 2 hari anak saya kembali diare demam,,dan dirawat lg selama 3 hari,,skr selang 2 hri dr rmh sakit anak saya demam lg dengan suhu 38c stlh saya ksh obat dr dokter suhu tubuh'y kmbali normal.. sebenarnya anak saya kenapa ya dok? trs dr dokter'y dksh resep obat antibiotik nucef,paracetamol dan obat mual dan renalyte.. dokter jg menyarankan untuk 2minggu kedapan anak saya dikasih susu formula SGM LLM.. mohon sarannya dok.. terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi BAB >3 kali/hari disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair/lembek), dengan/tanpa darah dan/atau lendir.

Ada banyak yang dapat menyebabkan mencret pada anak. Beberapa penyebabnya adalah infeksi virus dan bakteri (kuman). Namun pada anak-anak yang paling sering menyebabkan diare adalah infeksi virus, seperti rotavirus. Yang ditandai dengan diare yang sangat banyak bisa melebihi 10 - 15 x sehari, dan berisi air ditandai juga dengan demam. 

Diare pada anak  perlu diwaspadai karena tubuh anak yang sebagian besar terdiri atas cairan (80%) sehingga akan mudah sekali menjadi dehidrasi  (kekurangan cairan) akibat diare. Yang  diperlukan adalah mengawasi jumlah cairan di dalam tubuh anak. Setiap kali anak BAB atau muntah maka berikan asupan cairan oralit kepada anak.

Bila anak masih dapat minum maka dapat diberikan cairan seperti oralit yang anda bisa dapatkan di apotik manapun.

Indikator paling mudah untuk melihat anak kekurangan cairan atau tidak  adalah melihat BAK anak. Perhatikan BAK anak, kalau sudah mulai  berkurang dan berwarna pekat, merupakan tanda anak kekurangan cairan. Jika anak sudah lemas dan tidak dapat minum maka perlu dilakukan penambahan cairan dan elektrolit melalui infus.  Tanda lainnya adalah tidak adanya air mata sewaktu anak menangis dan  anak menjadi lemas. Apabila sudah ada tanda-tanda kekurangan cairan,  segera bawa anak ke dokter atau UGD/Emergency.

Kami sarankan apabila diare sudah semakin banyak dan anak sulit makan atau minum serta tidak ada perbaikan segera bawalah kembali anak kepada dokter. Perlu diingat pengobatan diare untuk anak sangat berbeda dengan orang dewasa, obat diare untuk orang dewasa tidak boleh digunakan untuk anak-anak.

Demikian informasi yang dapat kami berikan,semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar