Sukses

Apakah Mioma Mempengarungi Kesuburan?
04 Apr 2016, 18:53 WIB
Wanita, 26 tahun.

dr... Q melahirkan cesar krn ternyata ada miom yg gak keliatan wkt usg sampai melahirkan. Apakah miom yg udah diangkt dpt mempengarungi kehamilan berikutnya? Thank's dr....

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terimakasih atas kepercayaannya. Kami dapat memahami kekhawatiran Anda.

Secara definisi mioma uteri adalah tumor jinak pada daerah otot rahim dan jaringan sekitarnya. Penyebab pasti mioma uteri belum dapat diketahui dengan pasti, tetapi diduga ada peran hormon estrogen disamping faktor keturunan. Mioma uteri memiliki kecenderungan untuk membesar ketika hamil dan mengecil ketika menopause berkaitan dengan produksi hormon estrogen tersebut. Bahkan terdapat penelitian yang menemukan jumlah reseptor estrogen lebih banyak pada otot rahim yang berubah menjadi mioma dibandingkan otot rahim normal.

Tumor ini paling sering ditemukan pada wanita umur 35 – 45 tahun (kurang lebih 25%) dan jarang pada wanita 20 tahun dan wanita post menopause. Namun apabila pertumbuhan mioma semakin membesar setelah menopause maka pertumbuhan mioma ke arah keganasan harus dipikirkan.

Keluhan yang dirasakan sangat bervariasi bergantung pada lokasi, besar mioma, serta perubahan-perubahan yang terjadi pada organ sekitarnya. Diantara keluhan yang dapat ditemukan antara lain adalah: menstruasi dalam jumlah banyak/perdarahan abnormal, perut terasa penuh dan membesar, nyeri panggul yang berkepanjangan, bila mioma menekan kandung kemih yang terletak di bawah rahim akan menyebabkan gangguan kemih, bila menekan bagian terbawah usus besar akan terjadi gangguan buang air besar, menganggu kesuburan, bila hamil dapat terjadi keguguran spontan, kelainan posisi bayi.

Mioma yang berukuran kecil dan tidak menimbulkan keluhan hanya perlu dipantau setiap 6-8 minggu untuk menilai pembesarannya. Apabila pertumbuhannya stabil, maka akan dipantau setiap 3-6 bulan, pengecilan tumor sementara menggunakan obat-obatan GnRH analog. Terapi pembedahan dilakukan bila tumor membesar, timbul gejala penekanan, nyeri panggul, dan perdarahan terus-menerus.

Terapi pembedahan yang dipilih bergantung pada usia pasien (produktif/tidak), kondisi pasien (perdarahan, nyeri panggul, penekanan) dan keinginannya untuk memiliki anak lagi. Namun bila tumor terlalu besar atau luas (seperti usia kehamilan > 12 minggu), terkadang tetap perlu dilakukan pengangkatan rahim. Bagaimanapun, kekambuhan masih dapat terjadi pada 20-25% kasus dan 2/3-nya memerlukan pembedahan kembali.

Lebih lanjut mengenai mioma uteri dapat Anda baca dengan mengakses URL Link berikut: mioma uteri

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga dapat membantu. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar