Sukses

PMS dan Dismenore

07 May 2015, 13:20 WIB
Wanita, 25 tahun.

Dalam satu bulan, saya selalu mengalami gejala meriang beberapa minggu menjelang menstruasi diiringi dengan bercak keputihan. Biasanya ini disertai badmood dan kurang bersemangat mengerjaka sesuatu. Hal ini berlanjut hingga hari terakhir menstruasi. Dan saat menstruasi pun biasanya saya mengalami nyeri hebat pada 3 hari pertama. ira-kira apakah yang saya alami tersebut normal? Dan sekiranya ada hal yang bisa mengurangi gejala-gejala tersebut, kira-kira apa yang harus saya lakukan?

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi Tanya Dokter dari KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Pre Menstrual Syndrome (PMS) atau Sindroma Pra Haid adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik & mental, dialami 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Keluhan yang dialami bisa bervariasi dari bulan ke bulan, bisa menjadi lebih ringan ataupun lebih berat dan berupa gangguan mental (mudah tersinggung, sensitif) maupun gangguan fisik. Diperkirakan kurang lebih 85% wanita usia produktif antara usia 25-35 tahun mengalami satu atau lebih gejala dari PMS.

Apa yang menyebabkan seorang wanita mengalami PMS belum dapat diketahui secara pasti. Banyak dugaan bahwa PMS terjadi akibat kombinasi dari berbagai faktor yang kompleks dimana salah satunya adalah akibat perubahan hormonal yang terjadi sebelum menstruasi. Terjadi penurunan kadar hormon estrogen setelah ovulasi yang mempengaruhi neurotransmitter di otak terutama serotonin. Serotonin memegang peranan dalam regulasi emosi. Meskipun demikian, diduga interaksi kompleks antara hormon estrogen, progesterone dan serotonin dengan PMS masih perlu diteliti lebih lanjut.

Gangguan metabolisme dan pola hidup yang tidak sehat (terutama faktor nutrisi) juga mungkin turut berperan dalam menyebabkan PMS. Diduga terjadi gangguan metabolisme prostaglandin akibat kurangnya gamma linolenic acid (GLA). Fungsi prostaglandin adalah untuk mengatur sistem reproduksi (mengatur efek hormon estrogen, progesterone), sistem saraf (mengatur kerja neurotransmitter) dan sebagai anti peradangan. Selain gangguan metabolisme, pola nutrisi yang tidak seimbang berupa diet tinggi lemak, tinggi garam & gula, rendah vitamin & mineral, sedikit serat dapat menimbulkan PMS. Konsumsi kafein (terdapat dalam kopi, teh) serta alkohol yang berlebihan dapat memperberat gejala yang ada.

Terdapat banyak gejala yang dihubungkan dengan PMS namun gejala yang paling sering ditemukan adalah iritabilitas (mudah tersinggung) dan disforia (perasaan sedih). Gejala mulai dirasakan 7-10 hari menjelang menstruasi berupa gejala fisik maupun psikis yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan menghilang setelah menstruasi.

Gejala fisik antara lain :

  • Kelemahan umum (lekas letih, pegal, linu)

  • Acne (jerawat)

  • Nyeri pada kepala, punggung, perut bagian bawah

  • Nyeri pada payudara

  • Gangguan saluran cerna misalnya rasa penuh/kembung, mual, konstipasi, diare

  • Perubahan nafsu makan, sering merasa lapar (food cravings)

Gejala mental antara lain :

  • Mood menjadi labil (mood swings), iritabilitas (mudah tersinggung), depresi, ansietas (berdebar-debar dan berkeringat)

  • Gangguan konsentrasi

  • Insomnia (sulit tidur)

Ada 3 (tiga) elemen penting yang menjadi dasar diagnosa apakah seorang wanita mengalami PMS yaitu jika ditemukan :

  • Gejala yang sesuai dengan gejala PMS

  • Dialami setiap siklus menstruasi (konsisten)

  • Menimbulkan gangguan dalam aktivitas sehari-hari

PMS harus dibedakan dengan perubahan yang biasa dirasakan sebelum menstruasi (simple pre menstrual symptoms) yang tidak menimbulkan gangguan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari misalnya rasa tegang pada payudara. Keadaan ini adalah ciri khas dari siklus ovulasi normal yang terjadi setiap bulan.

Sebaiknya seorang wanita yang diduga menderita PMS mencatat keluhan yang dirasakannya dalam sebuah diari yang disebut PMS diary atau catatan Sindroma Pra Haid. Dengan adanya catatan tersebut dapat menegakkan diagnosa serta pengobatan. Tujuan dari pengobatan PMS adalah untuk mengurangi bahkan menghilangkan gejala yang ada, mengurangi akibat yang timbul dari PMS dalam aktivitas sehari-hari maupun hubungan interpersonal, serta mengusahakan agar efek samping minimal dari terapi yang diberikan.

Anda dapat mencoba beberapa tips di bawah ini untuk mengurangi gejala PMS, antara lain :

Pola nutrisi yang sehat (rendah lemak dan garam, tinggi protein, vitamin dan mineral). Perbanyak porsi buah-buahan, sayur mayur, gandum yang tinggi serat. Jika diperlukan, dapat ditambahkan makanan kesehatan (food supplement) yang berupa multivitamin seperti kalsium yang dapat mengurangi rasa kram, Vitamin E untuk mengurangi rasa nyeri pada payudara, keletihan dan insomnia serta Vitamin B6 untuk mengatasi keletihan, iritabilitas dan mood swings.

  • Hindari makanan dengan kadar garam tinggi, makanan manis, kafein, alkohol

  • Selalu melakukan olahraga rutin

  • Tidur cukup minimal 8 jam/hari

  • Hindari rokok

  • Hindari stress berkepanjangan

  • Terapi relaksasi (hipnoterapi, terapi warna, meditasi, aromaterapi dsb)

Jika Anda mengalami keluhan seputar PMS yang mengganggu aktivitas sehari-hari, kami menyarankan Anda untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan wawancara secara menyeluruh dan melakukan pemeriksaan fisik secara lengkap.

Rasa sakit yang timbul setiap kali datang bulan sering dialami oleh banyak wanita. Rasa sakit ini biasanya dirasakan di perut bagian bawah yang timbul setiap hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin
  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsung lebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain: kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll. 

Beberapa penyakit yang dapat menimbulkan keluhan nyeri haid diantaranya:

  1. Endometriosis: Endometriosis adalah pertumbuhan  kelenjar endometrium dan stroma yang berasal dari rahim.  Pada endometriosis, lapisan yang menyerupai endometrium tumbuh dan ditemukan di luar rahim, berespon terhadap siklus menstruasi, namun lapisan endometrium yang berada di luar rahim tidak memiliki jalan keluar untuk perdarahan yang dialaminya setiap bulan sehingga lapisan disekitarnya akan meradang dan membengkak sehingga menimbulkan nyeri haid yang hebat.
  2. Penyakit Radang Panggul: infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dimulai dari uterus dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya.
  3. Stenosis Serviks: penyempitan leher rahim. Gangguan ini sering disebabkan oleh adanya jaringan parut.
  4. Tumor (fibroids): perkembangbiakkan dari dinding dalam uterus

Apabila dismenorea yang dirasakan adalah dismenorea primer maka tidak akan ada masalah. Anda dapat mengkonsumsi obat anti nyeri yang dijual bebas (parasetamol atau ibuprofen) karena termasuk aman dan dapat membantu Anda mengatasi rasa nyeri yang tidak tertahankan. 

Jika nyeri haid timbul lebih lama dari 2-3 hari dan terasa sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi sampai muncul keluhan mual, muntah, pingsan, Anda patut mencurigai adanya penyakit yang mendasari. Kami sarankan Anda melakukan konsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar mendapatkan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan mendapatkan terapi yang optimal.

Berikut kami lampirkan artikel mengenai nyeri haid:

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar