Sukses

Kepribadian Tertutup

25 Jul 2015, 11:42 WIB
Wanita, 20 tahun.

selamat malam dok, saya mau tanya perihal perilaku seseorang yang tertutup. indikasi apa saja yang bisa membuat orang tersebut dikatakan tertutup? soalnya saya mempunyai teman yang cenderung menarik diri dari pergaulan. dan bagaimana cara mengatasinya? Terimakasih dokter.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Sejak kecil manusia sudah mengalami proses bejalar dan menunjukkan kepribadiannya. Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Dalam prosesnya, terdapat faktor-faktor penentu kepribadian:

  • Faktor Keturunan.

Keturunan merujuk pada faktor genetika seorang individu. Tinggi fisik, bentuk wajah, gender,  temperamen, komposisi otot dan refleks, tingkat energi dan irama biologis adalah karakteristik yang pada umumnya dianggap dipengaruhi oleh siapa orang tua dari individu tersebut, yaitu komposisi biologis, psikologis dan psikologis bawaan dari individu tersebut.

  • Faktor Lingkungan

Merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pembentukan karakter dari individu di mana seseorang tumbuh dan dibesarkan; norma dalam keluarga, teman, dan kelompok sosial; dan pengaruh-pengaruh lain yang seorang manusia dapat alami. Faktor lingkungan ini memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian seseorang

Hal ini jugalah yang berlaku pada teman Anda, dimana faktor genetik dan lingkungan telah 'menciptakan' kepribadiannya sebagai  seorang yang tertutup, mudah tersinggung ataupun sensitif mengarah kepada kepribadian introvert.

Berdasarkan psikologi, Gordon Allport menyatakan bahwa kepribadian sebagai suatu organisasi (berbagai aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. Secara eksplisit Allport menyebutkan, kepribadian secara teratur tumbuh dan mengalami perubahan. Jadi, jika Anda ingin berniat baik merubah kebiasan teman Anda yang tidak baik, Anda bisa mencoba untuk mengajaknya berbagi dan memasukkan ide pikiran yang positif kepadanya, seperti 'isi gelas yang kotor bila terus disiram air jernih, lama kelamaan akan bersih juga'.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar