Sukses

Penegakkan Diagnosis TB Paru Pada Anak

26 Jul 2015, 20:05 WIB
Wanita, 0 tahun.

dok ank sy umur 25bln, seminggu yg lwt priksa d RSUD krn batuk kdng2 bersin2 g hilang2 udh 3minggu lbh. dokter mnyarankan tuk cek darah,ronsen,suntik montoux. setlah 4hr kmi kembali lg k RSUD Untuk dibacakn hsilny : untuk suntuk montoux tdk mnunjukn gjala TB, smentra pd ronsen terdpat flek2 putih dan dokter lgsung memfonis ank sy terkna TB. yg sy mau tny kpd dokter apakah hnya dengan mlihat hasil ronsen dan cek darah seseorang fositif terkna TB dan harus minum obat slama 6-9bln. semntra ank sy msh seprt biasa aktif bdn tdk panas. ap yg hrs sy lkukn dok mengikuti sarn dokter yg hny mlihat dr hsil ronsen dan memberi minm obat slm 6-9bln dng resiko efk samping atau sy memrksa ulang kmbli kedokyrr lain mohon pencerahan ny dok. trma kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Flek paru atau TBC atau KP pada anak-anak dapat ditemukan melalui dua pendekatan utama, yaitu investigasi terhadap anak yang kontak erat dengan pasien TB dewasa aktif dan menular, serta anak yang datang ke pelayanan kesehatan dengan gejala dan anda klinis yang mengarah ke TB. Gejala klinis TB pada anak tidak khas, karena gejala serupa juga dapat disebabkan oleh berbagai penyakit selain TB.

Gejala umum TB pada anak :

  1. Nafsu makan tidak ada (anoreksia) atau berkurang, disertai gagal tumbuh (failure to thrive).
  2.  Masalah Berat Badan (BB).
    • BB turun selama 2-3 bulan berturut-turut tanpa sebab yang jelas, ATAU
    • BB tidak naik dalam 1 bulan setelah diberikan upaya perbaikan gizi yang baik ATAU
    • BB tidak naik dengan adekuat.
  3. Demam lama (≥2 minggu) dan atau berulang tanpa sebab yang jelas (bukan demam tifoid, infeksi saluran kemih, malaria, dan lain lain). Demam yang umumnya tidak tinggi dan dapat disertai keringat malam. 
  4. Lesu atau lemah, anak kurang aktif bermain.
  5. Batuk lama  ≥3 minggu, batuk bersifat non-remitting (tidak pernah reda atau intensitas semakin lama semakin parah) dan penyebab batuk lain telah disingkirkan;
  6. Keringat malam dapat terjadi, namun keringat malam saja apabila tidak disertai dengan gejala-gejala umum lain bukan merupakan gejala spesifik TB pada anak.

Memang untuk mendiagnosis TB pada bayi atau anak cukup sulit, mengingat gejalanya yang tidak spesifik. Saat ini para dokter menggunakan sitem skoring untuk mendeteksi seorang anak terkena penyakit TB. Dalam skoring tersebut nilai tertinggi bila didapatkan hasil uji tes mantoux positif ((≥10mm, atau ≥5mm pada keadaan imunokompromais/sistem imun rendah) dan adanya riwayat kontak dengan orang dewasa penderita TB aktif dan menular. Jika hasil skoring melebihi nilai normal, maka Anak harus diterapi sebagai penderita TB.

Namun demikian, jika anak yang kontak dengan pasien BTA positif dan uji tuberkulinnya positif namun tidak didapatkan gejala, maka anak cukup diberikan profilaksis atau terapi pencegahan terutama anak balita.

Saran Kami, Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis Anak mengenai tahapan lanjutan dalam penanganan terhadap kondisi keponakan Anda, agar dapat ditangani segera dan menghindari komplikasi yang tidak diinginkan.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar