Sukses

Mual dan Muntah Pada Kehamilan Muda
05 May 2015, 12:03 WIB
Wanita, 26 tahun.

Selamat siang, saya bumil dengan usai kandungan 2 bulan, saya sering mual dan muntah setiap kali setelah makan. Dan perut kadang perih disertai bagian pinggang dan kaki pegal?apakah wajar atau tidak? dan setiap saya minum susu kehamilan justru mencret. apakah saya perlu ganti susu?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pertama-tama kami ucapkan selamat atas kehamilan Anda!

Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan diakibatkan karena peningkatan hormon HcG yang umumnya terjadi di awal kehamilan (minggu ke 6-8, puncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22) sampai badan wanita tersebut beradaptasi dengan peningkatan produksi hormonal. Mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari, namun dapat memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Mual dan muntah ini biasanya terjadi pada 80 – 85% kehamilan selama triwulan pertama.

Hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala mual dan muntah adalah:

  1. Bila muntah adalah masalah di pagi hari, makan makanan kering  seperti sereal, roti, atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur, atau coba makan makanan ringan tinggi protein seperti keju sebelum pergi tidur (protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna)
  2. Makan makanan ringan setiap 2-3 jam lebih baik dari 3 kali makan besar. Makan secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna
  3. Tetap duduk tegak selama 10-20 menit  setelah makan untuk menghindari refluks lambung dan heartburn
  4. Makan makanan yang mengandung banyak cairan. Hindari jumlah besar konsumsi cairan dalam satu waktu. Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau anggur
  5. Hindari makanan pedas, gorengan, atau berminyak. Hindari kopi karena dapat merangsang asam lambung
  6. Hindari bau yang menyengat dan menyebabkan mual
  7. Jahe cukup efektif untuk mengurangi mual. Cobalah untuk memakan permen jahe, minum air jahe, atau jahe dalam bentuk kapsul
  8. Hubungi dokter untuk konsumsi vitamin B6 atau obat mual seperti ondansetron atau domperidone
  9. Hubungi dokter bila muntah terjadi terus-menerus sehingga makanan atau minuman tidak dapat masuk. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) dan harus diterapi sesegera mungkin

Yang harus Anda harus waspadai adalah jika terjadi hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum sendiri adalah mual dan muntah hebat dalam masa kehamilan (>4x/hari) yang dapat menyebabkan kekurangan cairan, penurunan berat badan, atau gangguan elektrolit sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan membahayakan janin di dalam kandungan. Hiperemesis gravidarum dapat meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin seperti preeklampsia, bayi kecil, gangguan perkembangan janin. 

Penyebab Mencret Setelah Minum Susu

Sejak kapan keluhan tersebut timbul? Apakah sebelumnya sudah pernah mengalami hal seperti ini? Apakah keluhan diare Anda timbul untuk semua merk susu? Mengenai keluhan Anda yaitu diare setelah mengonsumsi susu, kami menduga Ibu mengalami intoleransi laktosa. 

Intoleransi laktosa merupakan suatu bentuk penolakan tubuh terhadap laktosa. Hal ini dikarenakan sistem pencernaan penderita tidak mampu mencerna atau menyerap laktosa yang masuk ke dalam tubuh. Laktosa merupakan gula alami yang terdapat dalam susu atau produk susu lainnya seperti keju, mentega, dsb. Intoleransi laktosa lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak. Intoleransi laktosa bukanlah suatu hal yang menakutkan, namun dampak dari gangguan ini seringkali mengganggu penderitanya.

Beberapa gejala intoleransi laktosa adalah :

  • Perut terasa kembung
  • Diare
  • Mual
  • Perut bersuara
  • Muntah

Secara garis besar, intoleransi laktosa disebabkan oleh ketidakmampuan sistem pencernaan manusia dalam membentuk laktase (enzim pada usus), yang berfungsi untuk mencerma laktosa yang masuk ke dalam tubuh.

Beberapa orang juga mengalami intoleransi laktosa akibat berhentinya produktifitas usus kecil dalam menciptakan laktase setelah sakit, seperti flu, atau selepas operasi. 

Dokter biasanya akan memberikan diagnosis berdasarkan gejala yang dialami penderita. Tak hanya menganjurkan pasien untuk menjauhi segala produk dengan kandungan laktosa, dokter juga biasanya akan melakukan pemeriksaan menggunakan tes bernapas dengan hidrogen atau tes gula darah.

Pengobatan terbaik bagi pasien dengan intoleransi laktosa adalah dengan menjauhi segala produk yang mengandung laktosa. Namun pastikan penderita mendapatkan kalsium yang cukup guna menggantikan kandungan gula yang hilang. 

 

Saran kami, sebaiknya Ibu berkonsultasi langsung dengan dokter kandungan dan kebidanan yang menangani Ibu. Agar dapat dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab keluhan yang Ibu rasakan.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar