Sukses

Ambeien dan Sulit BAB

04 May 2015, 13:43 WIB
Wanita, 20 tahun.

Dok, saya ingin menanyakan tentang wasir/ambeiyen, saya merasakan kalau saya wasir luar, karena ada benjolan didekat anus yg berwarna agak ungu, apakah itu sudah parah dok? tapi saat saya terakhir BAB, saya tidak mengeluarkan darah pada anus, dan sampai sekarang saya belum BAB selama 2hari dok, apa yang bisa saya lakukan dok? Terimakasih sebelumnya.

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Sulit buang air besar, atau yang biasa disebut dengan konstipasi, merupakan suatu keadaan dimana feses menjadi lebih keras dan sulit untuk dikeluarkan sehingga frekuensi buang air besar menjadi lebih jarang dari biasanya. Frekuensi buang air besar berbeda-beda pada setiap orang. Tidak semua orang mampu buang air besar setiap hari. Susah buang air besar disebut juga konstipasi.

Konstipasi terjadi karena kecepatan makanan melewati kolon (usus besar) terlalu lambat, sehingga kolon memiliki waktu yang lebih banyak untuk menyerap air yang terkandung dalam sisa-sisa makanan, dan hal ini menyebabkan feses menjadi keras dan kering. Beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya konstipasi antara lain:

  • Kurang minum untuk waktu yang lama

  • Kurang olah raga

  • Kurang asupakan makanan berserat

  • Konsumsi kafein, teh atau alkohol yang berlebihan

  • Kebiasaan menunda buang air besar.

  • Penggunaan beberapa jenis obat, seperti obat penghilang rasa sakit dan pereda batuk yang mengandung kodein, obat antidepresi, obat antikejang, suplemen zat besi, beberapa jenis obat-obatan antihipertensi, dan obat-obatan yang mengandung kalsium dan aluminium

  • Penggunaan obat-batan pencahar secara berlebihan dan untuk waktu yang lama. Penggunaan obat pencahar secara berlebihan dapat merusak persarafan dan dinding usus besar sehingga menimbulkan terjadinya konstipasi.

  • Kelainan hormonal, seperti pada keadaan hipotiroidisme, hiperparatiroidisme, dan keadaan dimana kadar estrogen dan progesteron tinggi dalam darah seperti saat menstruasi dan saat hamil.

  • Adanya penyakit yang diderita yang menimbulkan gangguan pada persarafan dinding kolon seperti : kencing manis, skleroderma, dan kanker kolon.

  • Adanya kelainan pada sistem persarafan tubuh, seperti pada penderita penyakit parkinson, multiple sklerosis, dan kelainan tulang belakang.

  • Adanya luka pada kulit anus

  • Adanya kelainan psikologis akibat kecemasan yang berlebihan, dan sebagainya.

Sebagian besar kasus konstipasi dapat diatasi dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Konsumsi makanan berserat tinggi setiap hari.

  • Tingkatkan asupan cairan ke dalam tubuh minimal 8 gelas sehari (2 gelas saat bangun pagi, 4 gelas sepanjang hari, 2 gelas saat akan tidur). Konsumsi makanan yang kaya akan serat harus diimbangi dengan minum cairan dalam jumlah banyak. Peningkatan asupan cairan ke dalam tubuh tanpa diikuti oleh peningkatan asupan serat tidak akan memberikan pengaruh yang bermakna dalam mengatasi konstipasi.

  • Olahraga secara teratur

  • Jangan menunda keinginan untuk BAB.

Kami sarankan Anda melakukan perubahan gaya hidup diatas, dan bila BAB sudah terlanjur keras, untuk menghindari keluarnya kembali darah Anda dapat menggunakan bantuan pencahar yang dimasukkan lewat anus.

Ambeien atau wasir atau dalam dunia medis kami menyebutnya dengan hemoroid. Hemoroid dicetuskan oleh beberapa faktor risiko, salah satunya adalah sembelit atau konstipasi. Wasir memang dibedakan menjadi kondisi interna (dalam) dan kondisi eksterna (luar). Adapun hemoroid interna adalah bila sering keluar darah saat bab keras namun tidak terdapat 'daging yang menggantung' keluar dari dubur. Sedangkan bila hemoroid eksterna adalah kondisi dimana 'daging'  tersebut selalu menggantung dan tidak masuk kembali ke dalam dubur.

Ada beberapa pilihan terapi wasir, termasuk penyuntikan wasir dengan zat sklerosan sehingga menyebabkan runtuhnya dinding pembuluh darah pada wasir. Terapi ini hanya berguna pada hemoroid yang masih kecil yaitu derajat I-II yang tidak sembuh dengan terapi konservatif (diet tinggi serat, tidak mengedan, krim hemoroid). Sekitar 77-86% hemoroid akan sembuh total atau tidak kembali seperti semula. Namun terapi ini sudah jarang dilakukan lagi di negara-negara maju karena risiko infeksi dan komplikasi yang dapat menyebabkan kerusakan rektum.

Pada saat ini terapi non-operatif yang cukup banyak digunakan adalah Rubber Band Ligation yaitu karet yang diikatkan pada wasir sehingga jaringan wasir akan mengalami kematian yang pada akhirnya akan lepas sendiri bersamaan dengan buang air besar. 

Namun apapun terapinya tidak akan berarti bila tidak disertai perubahan pola makan, olahraga, perilaku ke belakang. Hal ini disebabkan peluang kembalinya hemoroid erat kaitannya dengan pola hidup yang dijalani. Penyembuhan sempurna dari wasir adalah dengan melakukan terapi operatif dan perubahan gaya hidup yang telah dijabarkan diatas:

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar