Sukses

Sakit Perut Bawah Dan Sering Kentut

25 Mar 2016, 19:48 WIB
Wanita, 32 tahun.

Saya merasa ada rasa sakit di perut bagian bawah. Ditambah sering kentut. Kira2 ada masalah apa ya dok?

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Terdapat banyak organ pada area perut, yaitu organ saluran cerna, saluran kemih, organ reproduksi (pada wanita). Gangguan pada salah satunya dapat menyebabkan keluhan nyeri perut. Selain itu, nyeri pada area perut juga dapat terjadi akibat nyeri alih akibat gangguan pada organ lain dalam tubuh.

Buang angin merupakan hal yang normal dialami oleh setiap orang. Sebuah studi pada orang sehat usia 21-59 tahun menemukan bahwa rata-rata setiap orang buang angin sebanyak 10 kali sehari. Jumlah gas yang dikeluarkan berkisar antara 22-125 mL. Buanh angin dikatakan berlebih bila terjadi diatas 10 kali.

Beberapa hal yang dapat meningkatkan frekuensi dan jumlah buang angin adalah konsumsi makanan tertentu (seperti ubi, makanan yang mengandung glukosa kompleks, dsb), obat-obatan yang dapat merangsang produksi/menghasilkan gas (contoh: minuman berkarbonasi), menelan udara terlalu banyak (contoh: banyak bicara), defisiensi laktase (zat yang membantu mencerna glukosa), penyakit saluran cerna tertentu contoh: gangguan pada kandung empedu), dsb.

Pada kasus Anda terdapat beberapa hal yang harus dikonfirmasi:

1. Berapa kali Anda buang angin setiap hari?

2. Apakah Anda suka mengonsumsi makanan-makanan tertentu sebelum tidur?

3. Apakah ada obat-obatan tertentu yang Anda konsumsi?

4. Apa sajakah aktivitas anda sehari-hari?

5. Apakah ada keluhan lain selain banyak buang angin? (mual, muntah, nyeri perut, perut begah/kembung, keluhan buang air besar, dsb)

Penanganan buang angin yang berlebih adalah dengan membuat catatan harian makanan, minuman, obat-obatan yang dikonsumsi dan saat-saat orang tersebut buang angin. Selain itu dapat pula dengan mengatur konsumsi makanan dan minuman yang merangsang gas (contoh: ubi, minuman berkarbonasi/soda, dsb), meminum obat-obatan tertentu, menghindari aktivitas yang dapat meningkatkan asupan udara ke dalam gas (misal: mengurangi jumlah bicara, dsb).

Untuk memastikan penyebab gangguan Anda, konsultasilah dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam khususnya Konsultan Pencernaan (gastroenterologi).

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar