Sukses

Daging Halus di Vagina

30 Apr 2015, 16:07 WIB
Wanita, 19 tahun.

Di bagian labia minora pada vagina saya,terdapat daging2 halus panjang'a 1/2cm,apakah itu normal?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan Anda saat ini adalah terdapat daging halus di dalam vagina. 

Sebelumnya, izinkan kami bertanya :

  • seperti apakah bentuk daging tumbuh itu?
  • di mana tepatnya lokasi tumbuhnya?
  • sejak kapan?
  • apakah ada keluhan seperti gatal, panas, demam, atau keluhan lain?
  • apakah terdapat cairan lendir/nanah keluar dari kelamin?

Perlu Anda ketahui bahwa diagnosis pasti baru dapat ditegakkan setelah melakukan pemeriksaan fisik langsung. Karena daging tumbuh pada area tersebut dapat disebabkan oleh bermacam-macam hal. Benjolan pada kemaluan bisa menjadi pertanda adanya Infeksi Menular Seksual (IMS), infeksi biasa, atau tumor. Penyebab yang umumnya menimbulkan kutil pada kelamin adalah infeksi virus HPV.

Disini sekilas akan kami jelaskan mengenai infeksi HPV (Human Papilloma Virus) merupakan suatu jenis virus  DNA dari famili papillomavirus yang dapat menyerang manusia. HPV terutama menginfeksi kulit dan jaringan mukosa, termasuk genital/alat kelamin, mulut dan tenggorokan. Terdapat lebih dari 100 jenis HPV. HPV-16 atau HPV-18 adalah jenis virus HPV yang memiliki risiko tinggi dan paling banyak ditemukan sebagai penyebab kanker serviks. Sedangkan HPV-6, HPV-11, dan beberapa jenis HPV lainnya memiliki risiko rendah dan biasanya menimbulkan tumor jinak. Berdasarkan risikonya, HPV dibagi menjadi dua:

HPV risiko rendah

  • Contoh: HPV-1 HPV-6, HPV-11
  • Tumor jinak/ kutil di kulit (veruka vulgaris) atau di kelamin (kondiloma akuminatum)

HPV risiko tinggi

  • Contoh: HPV-16 dan HPV-18
  • Tumor ganas/kanker: serviks, faring/tenggorokan, mulut

HPV sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan kulit atau melalui hubungan seksual (pada HPV genital).

Bagaimana mencegahnya?

  • Menghindari kontak langsung dengan kulit penderita yang memiliki kutil. Meski begitu, tidak semua orang yang mengalami kontak dengan HPV akan ditumbuhi kutil, tergantung pada sistem kekebalannya.
  • Vaksinasi HPV. Dilakukan 3 kali dalam 6 bulan sebagai pencegahan primer.
  • Tidak melakukan hubungan seks bebas karena selain meningkatkan risiko tertular HPV juga meningkatkan risiko infeksi menular seksual lainnya

Kutil kelamin bisa diterapi dengan obat topikal (tingtur podofilin, asam trikloroasetat) atau dengan bedah beku/laser/skalpel.

Kami sarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin untuk evaluasi pemeriksaan fisik secara langsung agar dapat ditegakkan diagnosa penyakit sesuai dengan keluhan yang Anda alami.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat,

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar