Sukses

Nyeri Otot
26 Aug 2015, 17:05 WIB
Wanita, 22 tahun.

saya memiliki keluhan nyeri otot paha depan dan betis menetap sejak 2,5 thn lalu. gejala lain: otot bagian manapun akan segera nyeri (njarem) stlh penggunaan yang intens (mis: lengan dan tangan stlh menggendong bayi, jari2 setelah mengulek, pergelangan tangan setelah menyetir motor lebih lama) slain otot sendi2 yg terkait juga sakit saat ditekuk mengiringi nyeri otot yg terjadi, sering kdutan di jar. lunak (betis, pinggir luar kaki, kulit lunak antara jempol dan telunjuk, dll), rasa tertusuk2 di beberapa bgian tbuh, dan terkdang terasa tb2 sgt nyeri di jari tangn/kaki. keluhan lain nyeri haidmenyakitkan tiap bln. hasiltes darah 2 bln berturut2 LED: 28mm/jam

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Nyeri otot atau mialgia, adalah nyeri yang melibatkan seluruh otot-otot tubuh.

Dibandingkan dengan nyeri tulang, imtensitas nyeri otot lebih rendah. Nyeri otot lebih cepat pulih, biasanya hanya berlangsung selama 48 jam, terutama nyeri yang diakibatkan oleh aktivitas yang berlebihan.

Selain itu, nyeri otot dapat pula diakibatkan oleh stress, kelelahan akibat digunakan secara berlebihan, atau cedera/trauma (misalnya terkilir). Gangguan kesehatan, seperti penyakit autoimun (polimiositis, dermatomiositis, dan lupus), infeksi (abses otot karena bakteri stafilokokus, trikinosis), dan infeksi sistemik (influenza, malaria, polio, leptospirosis, campak dan demam reumatik), juga dapat menyebabkan nyeri otot.

Biasanya nyeri otot akan reda sesudah mengistirahatkan bagian tubuh yang terkena. Namun demikian, nyeri otot yang menetap atau berulangkali timbul adakalanya memerlukan penanganan segera karena mungkin merupakan manifestasi dari suatu penyakit yang serius.

Untuk mementukan diagnosis, perlu terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Untuk itu, Anda harus diperiksakan langsung kepada dokter. Nyeri otot yang tidak diketahui penyebabnya, khususnya jika disertai dengan gejala-gejala yang mencurigakan (muntah, demam, rasa lemas, tidak enak badan) perlu segera mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, cobalah untuk;

  • Cukup tidur untuk meredakan stress. Lakukan relaksasi, misalnya yoga atau meditasi.
  • Olahraga ringan juga dapat mencegah nyeri otot.
  • Olahraga teratur dapat membantu memperbaiki tonus otot. Jenis olahraga yang dianjurkan ; jalan kaki, bersepeda, dan berenang.
  • Istirahatkan otot selama beberapa jam untuk mempercepat pemulihan.
  • Nyeri otot akibat trauma atau aktivitas berlebihan juga dapat diatasi dengan kompres dingin atau hangat, atau massage (pemijitan) pada otot yang nyeri 24 jam pertama sesudah cedera.
  • Tinggikan bagian otot yang teregang dan balut dengan perban elastis untuk mencegah atau mengurangi pembengkakan.
  • Latihan peregangan yang dilakukan sebelum berolahraga dapat membantu mencegah cedera/nyeri otot.
  • Lakukan latihan pemanasan sebelum berolahraga, dan pendinginan setelahnya.
  • Untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang dapat memicu timbulnya kram otot, minumlah cukup cairan sebelum, selama, dan sesudah berolahraga, terutama jika dilakukan selama cuaca panas.
  • Bagi individu yang bekerja dengan posisi sama secara terus-menerus dalam waktu lama, lakukan gerakan peregangan tiap jam untuk mencegah nyeri otot.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar