Sukses

Rambut Rontok Sehabis Melahirkan

28 Apr 2015, 11:38 WIB
Pria, 26 tahun.

Selamat malam dok,saya mau tanya, istri saya punya gejala rambut rontok, hbis emlahirkan 4 bln yg lalu, selain itu saat kecing alat vitalnya linu dok, kira kira gejala pa itu dok? Trimaksih

dr. Melyarna Putri

Dijawab Oleh:

dr. Melyarna Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kerontokan rambut adalah kehilangan rambut yang berkisar kurang lebih 120 helai per hari. Dapat terjadi menyeluruh atau setempat. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari setelah melahirkan, bayi baru lahir, stres, demam tinggi, obat. Kerontokan dapat menyebabkan kebotakan. Kebotakan dapat disebabkan berbagai macam penyebab, antara lain :

  • Infeksi kulit kepala
  • Stres emosional
  • Keturunan (genetik)
  • Autoimun : LUPUS
  • Depresi
  • Faktor fisis, misalnya tekanan pada bayi yang tidur pada satu sisi
  • Penyakit sistemik : sifilis, hipotiroid, hipertiroid
  • Kebotakan karena tarikan, misal penggunaan alat pengeriting atau pelurus rambut
  • Obat : pil antihamil, metotreksat, siklosfosfamid, klorambusil

Bagaimana dengan kerontokan yang terjadi pada istri Anda? Apakah masih di bawah 120 helai per hari? Kerontokan rambut lama-lama dapat menyebabkan kebotakan. Terapi untuk mengobati kebotakan antara lain dengan menggunakan minoxidil, finasteride, kortikosteroid, dan estrogen-ekuin. Terdapat pula terapi lain seperti suntikan kortikosteroid ke kulit kepala. Namun tentu saja hal ini harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit kelamin. Dosis pemberian obat harus dengan pengawasan dokter ditakutkan efek samping yang mungkin terjadi. Apabila Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut dapat menghubungi dokter spesialis kulit kelamin.

Apakah istri Anda merasa nyeri ketika buang air kecil? Apabila iya kemungkinan mengalami infeksi saluran kemih (ISK) menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kencing dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kencing adalah minum sedikit, sanitasi yang buruk, dan hubungan seksual yang tidak sehat. Secara umum, penyakit ini tidak menular.

Untuk memastikan diagnosis ISK dan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut berupa wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang, misalnya urinalisis. Kami menyarankan pasangan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter umum. 

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.
  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

ISK atas maupun bawah harus ditangani dengan pemberian antibiotik sesuai dengan bakteri penyebab. Karena jika tidak diobati segera, peradangan akan terus berlanjut dan dapat mengakibatkan komplikasi pada ginjal. Oleh sebab itu kami sarankan istri Anda segera menemui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dan dosis yang sesuai.

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga dapat bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar