Sukses

Suntik KB 3 Bulan

21 Feb 2016, 20:14 WIB
Pria, 30 tahun.

Benarkah suntik KB 3 bulanan bisa menyebabkan osteoporosis, tolong dijelaskan kebaikan dan keburukan suntik KB 3 bulanan !

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami mengerti rasa khawatir yang Anda rasakan. KB suntik merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan memberikan suntikan hormon (hormon progestin atau kombinasi hormon estrogen dan progesteron) ke dalam tubuh. Pemberian hormon melalui KB suntik mampu mencegah kehamilan dengan cara:

  • Menghambat terjadinya ovulasi (pelepasan sel telur oleh indung telur)

  • Mempertebal lendir mukosa leher rahim

  • Mengganggu pergerakan silia saluran tuba

  • Menghalangi pertumbuhan lapisan endometrium (dinding rahim) 

Kontrasepsi suntikan KB 3 bulan mengandung long-actingprogestin, yaitu Norestiteron enantat (NETEN) dengan nama dagang depomedroksi progesterone acetat (DPMA), 150 mg yang diberikan setiap 3 bulan. Hormonal ini akan berfungsi sebagai alat pencegah kehamilan dengan cara kerja mempengaruhi sistim hormon di dalam tubuh.

Salah satu efek samping dari hormon tersebut adalah perdarahan yang tidak teratur, mulai dari perdarahan bercak atau flek hingga perdarahan yang berkepanjangan, bahkan 70% pengguna KB suntik bisa tidak mens. Setiap individu memiliki respon yang berbeda-beda dalam penerimaan hormon ini. Darah tersebut berasal dari peluruhan lapisan dinding rahim seperti darah haid yang mengalami ketidakteraturan akibat pengaruh hormon.

Sebelum memilih jenis kontrasepsi dari program KB (keluarga berencana), tentukan terlebih dahulu dari tujuan Anda menggunakan kontrasepsi dan waktu untuk mendapatkan kesuburan Anda kembali (dalam beberapa tahun). Pemilihan juga harus disesuaikan dengan usia pengguna. Metode kontrasepsi tersebut dapat digolongkan berdasarkan cara kerjanya yaitu dengan metode barrier (penghalang) sebagai contoh, kondom yang menghalangi sperma; metode mekanik seperti IUD; atau metode hormonal  seperti pil dan suntik KB. Selain tiu terdapat juga metode kontrasepsi alami yang tidak memakai alat-alat bantu maupun hormonal namun berdasarkan fisiologis seorang wanita dengan tujuan untuk mencegah fertilisasi (pembuahan), namun risiko terjadinya kehamilan akan lebih tinggi jika menggunakan metode kontrasepsi alami.

Anda dapat pula berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemilihan jenis KB dan penanganan kondisi Anda saat ini.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar