Sukses

Gatal di Daerah Kewanitaan

28 Apr 2015, 17:29 WIB
Wanita, 20 tahun.

Assalamu'alaikum wr.wb dokter saya mau tanya tentang kesehatan daerah intim atau kewanitaan terkadang infeksi atu gatal. saya mohon penjelasan dan solusinya . Trima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di Klikdokter.com 

Kami memahami kekhawatiran Anda. Keluhan Anda saat ini adalah gatal di daerah kewanitaan. Apakah terdapat keluhan lain seperti benjolan atau jerawat pada rambut kemaluan, atau gatal hanya dirasakan pada area vagina saja? Apakah terdapat keluhan keputihan yang berubah warna atau berbau? Gatal di daerah kewanitaan dapat disebabkan karena vagina yang lembap dan kebersihannya kurang terjaga. Selain itu, pembalut juga dapat menyebabkan gatal karena iritasi atau alergi. Jika keluhan dirasakan sangat menganggu, kami sarankan Anda melakukan konsultasi secara langsung dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan diketahui penyebabnya.

Berikut adalah hal-hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan:

  1. Bersihkan bagian luar vagina dengan air hangat dan juga sabun lembut tanpa pewangi. Lebih baik lakukan pada saat mandi sore hari. Selain karena air hangat menciptakan efek rileks, air hangat juga dapat meredakan nyeri jika sedang menstruasi.
  2. Kenakan celana dalam katun, jenis tekstil yang terbuat dari serat alami, sehingga kulit tetap dapat bernapas, sirkulasi udara lancar, dan membuat perasaan menjadi lebih segar. Jika sedang mengalami keputihan, gantilah celana dalam 3 kali sehari.
  3. Hindari pemakaian pakaian atau pakaian dalam yang ketat, karena dapat meningkatkan kelembapan. Terutama jika Anda memiliki aktivitas yang tinggi baik di dalam maupun di luar ruangan.
  4. Jika sedang mengalami menstruasi, gantilah pembalut setiap 4-6 jam atau setiap Anda merasa bahwa pembalut Anda terasa basah dan lembap.
  5. Hindari pembalut dengan pengharum.
  6. Setelah buang air, pastikan arah membersihkan vagina adalah dari depan ke belakang. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah kotoran atau virus yang berasal dari saluran pembuangan tidak sampai ke area vagina. Selain itu jangan lupa untuk mengeringkan vagina menggunakan handuk bersih atau tissue.
  7. Hindari berbagai produk pembersih, sebab  belum dapat dipastikan tidak menyebabkan masalah kesehatan. Jika sampai terpaksa harus menggunakan pembersih vagina, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter kandungan dan kebidanan tentang produk apa yang harus digunakan.

Pada dasarnya, membersihkan  vagina dengan menggunakan air bersih saja sudah cukup, karena vagina memiliki mekanisme sendiri untuk pembersihan. Anda dapat membersihkan bagian luar vulva yang berambut dengan air dan sabun, namun untuk bagian vagina cukup dengan air bersih saja. Hal ini dilakukan juga untuk mencegah iritasi dan alergi oleh karena penggunaan benda asing.

Pemakaian cairan pembersih vagina secara rutin dan dalam jangka waktu lama tidak dianjurkan karena dapat mengganggu lingkungan alami vagina. Cairan pembersih vagina dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme yang ada pada vagina- bakteri 'jahat' vs flora normal/'baik'. Sebenarnya, bakteri 'jahat' terdapat di vagina, namun dalam jumlah yang lebih sedikit dibandingkan flora normal. Namun bila keseimbangan lingkungan vagina terganggu, maka bakteri 'jahat' tersebut akan meningkat jumlahnya. Keadaan tersebut dapat memudahkan terjadinya infeksi.

Berikut kami lampirkan artikel sebagai tambahan informasi:

 

Demikian penjelasan kami. Semoga keluhan Anda lekas teratasi.

Salam sehat,

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar