Sukses

Mengatasi Keluhan Panu

28 Apr 2015, 14:07 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok,kenapa panu selalu balik lagi dan lagi.padahal rajin mandi dan menjaga kebersihan.dan krn memakai kal****x.kulit jadi kayak gosong gimana cara mengatasinya dok?

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di Klikdokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluhan Anda adalah panu yang tidak kunjung sembuh. 

Panu atau tinea versikolor adalah penyakit jamur pada kulit yang disebabkan oleh Malassezia furfur Robin. Tinea versikolor banyak ditemukan pada daerah dengan iklim tropis. Panu biasanya tidak memberikan keluhan. Sifat gatalnya adalah ringan. Bercak bersisik halus, bercak dapat berwarna putih sampai dengan coklat hitam. Bercak biasanya terdapat pada badan, ketiak, lipat paha, lengan, tungkai atas, leher, muka, dan kulit kepala yang berambut. Ada kalanya penderita tidak mengetahui bahwa ia berpenyakit tersebut, karena penyakit ini kadang tidak memberikan keluhan.

Jamur Malassezia furfur Robin ini sebenarnya adalah jamur yang secara normal berada di kulit tanpa menimbulkan penyakit. Namun, dengan faktor pencetus dapat menyebabkan penyakit. Faktor pencetus yang dapat memicu adalah penurunan faktor kekebalan tubuh pada kondisi berat badan kurang atau sedang menderita sakit lain dalam jangka waktu lama, suhu udara, kelembaban, dan keringat. 

Pengobatan penyakit ini harus dilakukan secara tekun dan konsisten.  Obat yang dapat dipakai misalnya selenium sulfide yang digunakan sebagai shampo 2-3 x seminggu digosokkan pada kulit yang sakit. Obat digosokkan pada kulit yang terdapat kelainan, dan didiamkan selama 15-30 menit sebelum mandi. Pengobatan harus dilakukan 2 minggu setelah pemeriksaan klinis menunjukkan gambaran penyakit sudah tidak aktif. Apabila susah untuk disembuhkan dapat diberikan ketokonazol 1x200 mg sehari selama 10 hari.

Namun, untuk memastikan diagnosis diperlukan pemeriksaan langsung oleh dokter untuk melihat kelainan kulit. Selain itu juga diperlukan pemeriksaan penunjang. Sebaiknya Anda berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter umum atau dokter spesialis kulit kelamin.

 

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam sehat,

    0 Komentar

    Belum ada komentar