Sukses

Pembesaran Prostat Jinak

17 Feb 2016, 11:06 WIB
Pria, 54 tahun.

dokter saya 2bln yg lalu operasi TURP penyumbatan saluran kencing dan ternyata prostat saya juga membengkak hasil PA tidak tampak adanya tanda keganasan dok tapi sampai skrg kalo kencing masi lemah dan terputus2 saya diberi obat HARNAL sebulan dan sdh habis apa saya hrs kontrol lagi dok dan apa mmg obat HARNAL obat untuk jangka panjang mohon advisnya dok terimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami mengasumsikan masalah prostat yang Anda maksud adalah BPH atau pembesaran prostat jinak. 

BPH (Benign Prostate Hyperplasia) merupakan pembesaran kelenjar prostat yang bersifat jinak  yang hanya timbul pada laki-laki yang biasanya pada usia pertengahan atau lanjut. Pada usia 40an, seorang pria mempunyai kemungkinan terkena BPH sebesar 25%. Menginjak usia 60-70 tahun, kemungkinannya menjadi 50%. Dan pada usia diatas 70 tahun, akan menjadi 90%.

Letak kelenjar prostat adalah dibelakang saluran kemih (kencing). Jadi pembesaran kelenjar ini dapat menimbulkan gejala-gejala sumbatan dan iritasi saluran kemih yang dikenal sebagai lower urinary tract syndrome (LUTS). Gejala sumbatan dapat berupa buang air kecil yang tersendat-sendat, tidak lampias setelah buang air kecil, pancaran kencing yang lemah, dan mesti mengedan sebelum berhasil buang air kecil. Gejala iritasi dapat berupa sering buang air kecil dan keinginan untuk buang air kecil yang tidak tertahankan.

Jika tidak diobati, BPH dapat menjadi progresif (lebih parah). Karena adanya air kencing yang masih tersisa didalam kandung kemih, maka dapat menimbulkan tertahannya bakteri  yang pada akhirnya dapat menimbulkan infeksi saluran kemih. Jika keadaan ini berlangsung lama, maka dapat menimbulkan gagal ginjal.

Jika gejala masih ringan, sebaiknya dilakukan pengamatan lebih lanjut. Pada keadaan tidak dapat buang air kecil (berarti sumbatan sudah total), maka pertolongan pertama yang dilakukan adalah pemasangan kateter. Jika upaya pemasangan kateter ini gagal, maka dapat dilakukan tindakan operasi. Selain itu, tindakan operasi dapat dilakukan jika : terjadi infeksi saluran kemih yang berulang, buang air kecil yang berdarah, ada batu saluran kemih, divertikulum kandung kemih, atau gagal ginjal.

Pengobatan pada BPH terdiri dari pengobatan dengan obat minum atau bedah, hal tersebut ditentukan dari seberapa besar prostat dan keluhan yang dialami oleh penderita.

Pada kasus Anda, kami tidak dapat menentukannya tanpa melakukan pemeriksaan fisik langsung. Kami menyarankan Anda untuk kembali berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi apabila meman masih terdapat gejala yang mengganggu dan obat yang diberikan telah habis.

Berikut terdapat artikel yang berkaitan dengan keluhan Anda : Pembesaran Prostat Jinak

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar