Sukses

Anak Sembelit

21 Apr 2015, 10:24 WIB
Wanita, 28 tahun.

Mau tanya dok?.. Anak saya susah BAB..sampe hrs dirwat di rmh skit..pas di rmh skit dksh obat bru bsa BAB tp pas pulang ke rmah susah lg BABnya..pas kontol lg ke dokter dikasih dulcolac yg dmasukin ke anus..tp sya ga tega liatnya kya yg sembelit gtu..msa tiap ssah BAB msti diksh itu..?ada cra yg lain ga slain pke dulcolac itu..trus apa penyebabnya bisa ssah BAB pdhal mkn buah+sayur suka.. Minta dijwb ya dok..mkasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com

Sebelumnya ada hal-hal yang perlu kami ketahui:  Sejak kapankah keluhan tersebut dialami? Bagaimana dengan pola makannya? Apakah anak Anda suka mengonsumsi buah dan sayur? Berapakah usianya saat ini? Adakah gejala lain seperti mual, muntah, perut membesar, demam?

BAB pada anak memang bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit, maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Bayi yang disusui ASI memiliki tinja yang lebih lunak, sehingga gerakan usus menjadi lebih mudah, dan memiliki kadar hormon tertentu lebih tinggi sehingga ada peningkatan gerakan usus. Sedangkan susu formula lebih sulit untuk dicerna, umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum. Cobalah variasi beberapa formula yang encer untuk memantau kondisi buang air besar anak Anda.

 

Sulit BAB dapat disebabkan karena konstipasi fungsional (sembelit tanpa gangguan organ), atau dapat juga karena gangguan organik, misalnya kelainan pada saluran cerna. Berikut ini adalah beberapa penyebab anak susah buang air besar:

  • Kurangnya asupan makanan yang mengandung serat
  • Kurangn minum/cairan
  • Mengkonsumsi susu formula. Susu formula dapat mempengaruhi frekuensi BAB anak dan dapat memperparah konstipasi karena protein pada susu formula sulit dicerna.
  • Asupan makan kurang. Jika anak sulit makan atau makan hanya sedikit, frekuensi BAB juga akan berkurang.

Pastikan kebutuhan cairan (minum) tercukupi, dan beri makanan yang mengandung serat seperti buah dan sayur. 

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada anka anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa anak Anda ke dokter spesialis anak..

Berikut kami lampirkan artikel menganai konstipasi pada anak:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar