Sukses

Mengenali Benjolan pada Payudara

21 Apr 2015, 14:43 WIB
Wanita, 23 tahun.

Selamat pagi dokter Perkenalkan nama saya Ana. saya ingin mengkonsultasikan terkait benjolan pada payudara saya. 10 hari ini telah terdapat bejolan pada payudara kanan saya bagian samping atas, ciri2 nya besarnya mungkin sebesar kelereng, jika ditekan bisa berpindah-pindah, tidak terasa sakit tapi jika ditekan terasa sedikit nyeri. tidak terjadi perubahan warna pada kulit payudara saya, dan puting tidak mengeluarkan cairan. Bila dilihat tampak tidak ada perbedaan antara yang kana dan kiri, tetapi bila diraba baru diketahui jika ada benjolan. Kira-kira apa ya itu dok? apakah termasuk tumor jinak/ ganas? dan apa yang harus saya lakukan? Mohon bantuannya, bantuan dokter sangat bermanfaat bagi saya. Terimakasih

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Benjolan pada payudara bisa disebabkan oleh berbagai penyebab, dimulai dari infeksi kulit seperti bisul, atau mengarah ke perkembangan jaringan payudara berupa tumor yang jinak maupun yang ganas. Untuk membedakannya perlu diketahui karakteristik tumor tersebut, seperti:

  • Ukurannya, apakah semakin bertambah besar, lambat atau cepat

  • Permukaannya: licin atau berbenjol

  • Dapat digerakkan atau tidak (menempel pada kulit)

  • Bagaimana keadaan kulit di atasnya, berkerut atau tertarik

  • Apakah ada nyeri

  • Apakah ada pembesaran kelenjar getah bening di sekitarnya (termasuk ketiak)

Pada wanita di bawah usia 30 tahun, penyebab tersering benjolan payudara merupakan tumor jinak yang disebut fibroadenoma mammae (FAM). FAM merupakan gabungan antara jaringan glandula (kelenjar) dan fibrosa dan terjadi akibat adanya kelebihan hormon estrogen sehingga umumnya akan terjadi pembesaran atau pembentukan benjolan baru saat menstruasi atau hamil karena produksi hormon estrogen meningkat.

Cara paling mudah dan murah untuk mendeteksi dini kanker payudara adalah dengan memeriksa payudara sendiri (Sadari). Pemeriksaan dilakukan pada hari ke-3 hingga ke-5 seusai haid. Pemeriksaan setelah haid karena, sebelum haid, kelenjar-kelenjar membengkak sehingga kalau diraba sering terasa seperti ada benjolan.

Dalam posisi berdiri atau berbaring, kita bisa meraba dengan tiga jari (telunjuk, tengah, dan jari manis) secara lembut ke payudara. Jika menemukan benjolan atau kerutan, bentuk payudara tidak simetris, puting tertarik ke dalam, kulit berubah seperti kulit jeruk, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, peradangan atau keluar cairan dari puting, perlu diwaspadai dan segera periksakan ke dokter.

Di atas usia 35 tahun, perempuan dianjurkan menjalani mamografi atau pemeriksaan payudara dengan sinar X. Mamografi diulang tiap tahun setelah usia 40 tahun sampai menopause. Sementara untuk wanita usia di bawah 35 tahun, pemeriksaan dapat dilakukan dengan USG payudara.

Kami tidak dapat mengetahui secara pasti penyebab dari benjolan pada payudara Anda jika tidak melakukan pemeriksaan langsung. Oleh karena itu kami sarankan agar Anda berkonsultasi kepada dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik mendetil serta pemeriksaan penunjang yang diperlukan untuk memastikan diagnosis, dengan demikian Anda dapat memperoleh penanganan yang optimal.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar