Sukses

Benturan Keras Pada Tangan Sebabkan Kejang

23 Jan 2016, 07:25 WIB
Wanita, 40 tahun.

Dokter yg budiman, Kemarin tanpa sengaja sikut saya membentur tembok dgn cukup keras dan rasanya sangat nyeri. Beberapa saat kemudian saya merasa black out lalu pingsan, dan menurut suami saya mengalami kejang2 ringan sesaat sebelum sadar. Saat sadar saya banyak berkeringat namun beberapa saat kemudian bisa beraktivitas lagi seperti biasa. Ini adalah kedua kalinya saya mengalami hal ini. Pertama kali adalah sekitar 15 tahun yg lalu, dan penyebabnya sama: benturan keras pada tangan. Mohon dijelaskan, sebenarnya apa penyebab hal ini? Apakah saya perlu mengkhawatirkan dan mengkonsultasikan kejadian ini, Dok? Terima kasih atas kesediaan Dokter menjelaskan :-)

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

Namun, apabila kejadian yang serupa telah berulang kali terjadi, maka sebaiknya segera anda periksakan kepada dokter spesialis saraf untuk menentukan apakah benar yang anda alami adalah kejang, dan kejang tersebut dipicu oleh benturan keras pada tangan (karena hal ini bukanlah gejala yang umum terjadi).

Bila benar yang anda alami adalah kejang, maka ada kemungkinan anda menderita epilepsi. Epilepsi adalah kondisi gangguan neurologi (saraf) yang ditandai dengan kejang berulang tanpa penyebab yang jelas. Kejang diakibatkan oleh gangguan aliran listrik pada otak. Epilepsi dapat dikontrol dengan obat-obatan namun tidak dapat disembuhkan secara total. 

Namun yang perlu diketahui adalah beberapa sindroma epilepsi tidak terjadi seumur hidup, beberapa bentuk epilepsi hanya mengalami gejala kejang pada masa anak-anak, meskipun dapat juga menetap hingga usia dewasa. Beberapa penyebab epilepsi adalah riwayat cedera/trauma kepala, luka pada kepala/otak, infeksi, meningitis, ensefalitis, atau tumor otak.

Untuk memastikan kondisi ini, kami anjurkan anda memeriksakan diri kepada dokter spesialis saraf.

Berikut kami lampirkan artikel:

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar