Sukses

Anyang-anyangan, Nyeri BAK dan BAK Berdarah

14 Apr 2015, 18:46 WIB
Pria, 36 tahun.

Saya memiliki gejala nyeri di kandung kemih, awalnya tgl 15maret dini hari jam 3 pagi saya merasa sakit perut hebat sampai harus ke ugd puskesmas. Hanya dikasih dulcolax langsung pulang dgn msh sakit. (karena mungkin krn faktor makanan) Saya pakai tidur sambil nahan sakit luar biasa, sembuh jam 3 sore. Tapi 2 hr kmudian kambuh, nyeri di pinggang kanan blkg dibarengi anyang2an. 4 jam br smbuh. Sampe skrg kadang2 masih kambuh. Pd bulan januari tiap mlm tanpa sadar ujung kemaluan saya mengeluarkan cairan putih kekuningan. Pernah jg di akhir kencing keluar kemerahan darah Ada yg kental dikit. Skrg sering anyang2 & nyeri di kandung kemih, pdhal kencing lancar, jernih. Kdng2 waktu anyang2 air kencing agak merah d akhir. Mohon diagnosanya. Terimakasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com,

Dari gejala-gejala Anda, kami memperkirakan bahwa Anda mengalami Infeksi saluran kemih (ISK).

ISK menyebabkan keluhan sering BAK (buang air kecil), nyeri, BAK sedikit-sedikit, rasa tidak lampias (rasa ada sisa setelah kencing), bisa disertai dengan perubahan warna kencing menjadi keruh atau kemerahan. Infeksi saluran kemih dapat pula disertai dengan penyakit batu saluran kencing. Faktor risiko terjadi infeksi saluran kemih adalah minum sedikit, higienitas yang buruk, sering menahan BAK, dan hubungan seksual yang tidak sehat. ISK lebih mudah terjadi pada wanita karena wanita daripada pria. Secara umum, penyakit ini tidak menular. ISK disebabkan oleh beberapa jenis kuman penyakit, dan beberapa diantaranya dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

ISK umumnya disebabkan oleh bakteri dan terbagi menjadi dua macam;

  1. ISK atas:  gejala berupa demam, menggigil, nyeri perut, nyeri pinggang, terkadang terasa ingin muntah. Radang / infeksi terdapat pada ginjal.

  2. ISK bawah: gejala berupa sakit di perut bagian bawah (di atas tulang kemaluan), kencing sakit terutama pada akhir kencing, anyang-anyangan atau kencing tidak tuntas dan rasa masih ingin kencing lagi, walaupun bila dicoba untuk berkemih tidak ada air kemih yang keluar, sering berkemih, dan demam jika sudah berlanjut. Radang terdapat pada kandung kemih atau saluran kemih.

Namun, infeksi saluran kemih juga dapat timbul tanpa gejala dan baru terdeteksi dari hasil urinalisis. Hasil ini pun tergantung cara penampungan sampel urin. Untuk memastikan masih adanya infeksi saluran kemih, dapat dilakukan pemeriksaan kultur urin. 

Tindakan yang dapat dilakukan pertama kali adalah meningkatkan asupan cairan (air putih) minimal 1,5-2L/hari dan tidak menahan BAK. Peningkatan asupan cairan dalam hal ini ditujukan untuk membilas kuman ataupun cikal bakal batu yang mungkin terdapat pada saluran kemih. Jangan pernah menahan kencing, segeralah ke toilet jika merasakan sensasi untuk BAK. Karena tidak ada obat yang menjamin penyakit ini tidak kambuh lagi, hal yang dapat dilakukan adalah menjaga daerah genital agar tetap kering dan bersih dan asupan cairan yang cukup. Selain hal-hal tersebut, terkadang pemberian obat-obatan juga diperlukan untuk mengatasi gejala(simptomatik) seperti untuk mengatasi nyeri ataupun demam yang menyertai dan juga untuk memberantas organisme penyebab infeksi saluran kemih tersebut (antibiotik). Untuk mengetahui pengobatan yang sesuai, perlu diketahui organisme penyebab yang dapat diketahui melalui pemeriksaan lebih lanjut dengan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan urinalisis. Adapun untuk memperoleh antibiotik tersebut kami sarankan agar Anda membelinya dengan resep dokter.

Demikian penjelasan yang dapat kami sampaikan. Semoga membantu. 

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar