Sukses

Kebiasaan Anak Minum Teh

18 Jan 2016, 20:46 WIB
Wanita, 28 tahun.

anak saya berusia 3 tahun sering sekali minum teh manis hangat. kebiasaan ini dimulai saat dia pernah dirawat di rumah sakit karena terkena tifus. bagaimana caranya agar kebiasaan minum tehnya bisa dikurangi dan diatasi, karena dia lebih memilih minum teh daripada susu. terima kasih dok saya juga ingin menanyakan perihal apakah tifus yang pernah dialami anak saya tertular dari saya karena sewaktu mengandung dulu saya juga pernah dirawat karena tifus? dan apakah imunisasi typhoid tidak menyebabkan anak menjadi panas dok? terima kasih banyak dok

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Beberapa kandungan teh yang penting diketahui pada masalah ini adalah tannin dan kafein.

Tannin dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan gangguan penyerapan besi dan kalsium dalam usus. Gangguan penyerapan besi dalam jangka lama dapat menyebabkan anemia. Sedangkan kalsium merupakan mineral dalam susu yang penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi anak. Selain itu tannin juga dapat menyebabkan konstipasi (gangguan buang air besar) akibat terhambatnya sekresi/pengeluaran cairan pencerna makanan.

Kafein merupakan suatu zat stimulan yang mempengaruhi sistem saraf pusat, dan dapat menyebabkan gangguan tidur pada orang dewasa, anak, maupun bayi (termasuk bayi yang disusui oleh ibu yang mengkonsumsi minuman berkafein), sakit kepala, gangguan mood (nervousness), dan iritabilitas (rewel). Kafein juga berperan sebagai diuretik pada ginjal yaitu meningkatkan produksi urin (buang air kecil) yang secara tidak langsung menurunkan kadar elektrolit natrium dan kalium darah, dan bahkan dapat mengakibatkan dehidrasi pada cuaca panas. Selain itu, minuman berkafein juga dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga dapat mengakibatkan nyeri perut (maag).

Namun yang paling penting adalah efek kafein, dalam dosis tertentu, pada sistem jantung dan pembuluh darah, yaitu peningkatan frekuensi denyut jantung (ditandai oleh rasa jantung berdebar-debar) dan peningkatan tekanan darah.

Ada sumber yang menyebutkan bahwa, mengingat efek-efek samping yang telah dipaparkan di atas (terutama kafein), teh sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak-anak. Minuman lain yang juga mengandung kafein, adalah kopi, minuman soda berkarbonat (soft drink), bahkan cokelat.

Namun, ada juga sumber yang memberikan batasan jumlah kafein yang boleh dikonsumsi oleh anak. Untuk anak di bawah 12 tahun, Health Canada merekomendasikan asupan kafein per hari tidak melebihi 2,5 mg per kilogram berat badan anak. Berdasarkan rerata berat badan anak, artinya asupan kafein per hari anak tidak lebih dari:

  • 45 mg (anak 4 – 6 th)
  • 62,5 mg (anak 7 – 9 th)
  • 85 mg (anak 10 -12 th)

Daftar Kandungan Kafein dalam Minuman dan Makanan (Food and Drugs Association):

Coca Cola 355 ml 34 mg
Diet Coke 355 ml 45 mg
Pepsi 355 ml 38 mg
Kopi Seduh 150 ml 115 mg
Es Teh 355 ml 70 mg
Teh Hitam 236 ml 50 mg
Teh Hijau 236 ml 15 - 40 mg
Dark Chocolate 28,35 g 20 mg
Milk Chocolate 28,35 g 6 mg
Minuman Cokelat 150 ml 4 mg
Minuman Cokelat Susu 234 ml 5 mg

Ket: 1 kaleng softdrink = + 350 ml

Berdasarkan daftar di atas, anak-anak boleh diberikan teh  dengan jumlah maksimal 1 cangkir per hari. Dengan pemberian teh tersebut berarti makanan/minuman berkafein lainnya sebaiknya tidak lagi diberikan pada satu hari tersebut.

Ada cara-cara yang dapat dikerjakan untuk mengurangi kandungan kafein dalam teh, yaitu dengan:

  • Menggunakan teh kemasan daun dan bukan teh dalam kemasan kantung (daun dalam jumlah sedikit).
  • Tidak menggunakan air mendidih untuk menyeduh teh, sebaiknya digunakan air dengan suhu 60-70 derajat celcius (sebelum buih-buih muncul)
  • Membuang air seduhan pertama teh setelah 45 detik (mengurangi 80% kandungan kafein teh).

Sebagai kesimpulan, anak Anda boleh minum teh dengan jumlah yang terbatas (1 cangkir per hari) dan sebaiknya penyediaannya mengikuti cara-cara di atas untuk mengurangi kadar kafein yang ada. Jika ada tanda-tanda atau gejala-gejala efek samping kafein seperti yang telah disebutkan di atas, sebaiknya konsumsi teh ataupun minuman/makanan berkafein lainnya dikurangi. Teh juga sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan makan atau minum susu (berhubungan gangguan absoprsi besi dan kalsium), berikan jeda waktu 1 – 2 jam. Setelah mengkonsumsi teh sebaiknya juga minum banyak air.

Demikian penjelasan kami, semoga membantu. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar