Sukses

Gangguan Psikosomatis

18 Jan 2016, 11:50 WIB
Pria, 28 tahun.

dada saya terasa sakit seperti memar bekas pukulan,awalnya tulang dada saya sering terasa pegal dan saya sering merenggangkan dada saya biar terasa enak tp biasanya terasa seperti berbunyi ditulang dada saya,terakhir saya menarik badan saya kebelakang sejak saat itu lah dada saya terasa sakit,awalnya rasa sakitnya pedih seperti kena silet,tp skrng sakitnya seperti memar bekas pukulan,rasa sakit ini sudah 1 tahun dok,kl tengkurap sakit,bangun tidur sakit,kl kepala mencongak dada jg sakit dan nafas saya kurang plong sekarang dok,kl memutar badan jg terasa sakit dada saya dok. sakit apa saya sebenarnya dok. trima ksh Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter. Keluhan nyeri di dada dapat disebabkan oleh berbagai sebab, diantaranya disebabkan karena gangguan kulit, otot, tulang, paru-paru, gangguan pada lambung juga terkadang dapat menimbulkan rasa tidak enak pada dada, gangguan pada payudara, kelainan pada dinding paru-paru, atau pada organ2 dada lainnya. Bagaimana dengan nyeri dada yang Anda rasakan? Berapa lama biasanya rasa sakit atau nyeri pada dada Anda rasakan? Salah satu penyakit yang dapat diderita seseorang dengan nyeri dada adalah gangguan psikosomatis yang dapat berbeda untuk setiap orang. Gangguan psikosomatis adalah terjadinya keluhan fisik namun tidak ditemukan adanya gangguan fisikal yang dapat menjelaskan penyebab dari keluhan tersebut. Sindroma ini diklasifikasikan sebagai bagian dari neurotik, gangguan yang berkaitan dengan stres, dan gangguan somatoform oleh World Health Organization. Keluhan seseorang mengarah ke psikosomatis bila tidak ditemukan kelainan baik fisik maupun pemeriksaan fisik dan penunjang. Selain itu keluhan tersebut tidak membaik dengan berbagai obat-obatan yang sudah diberikan. Gejala nyeri yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah nyeri dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, nyeri berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Nyeri juga dapat menembus ke punggung, dasar dari leher, rahang, gigi, dan ulu hati. Nyeri yang demikian yang disebut dengan Angina. Penyebab nyeri adalah berkurangnya aliran darah ke jantung. Gejala nyeri angina umumnya dipicu oleh latihan (olahraga, aktivitas fisik, aktivitas seksual), emosi (stres, marah, ketakutan, frustrasi), dan menghilang dengan istirahat atau kombinasi dari istirahat dan nitrogliserin sublingual. Gejala penyakit jantung dapat dicurigai apabila Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait, seperti: merokok, kadar kolesterol total dan kolesterol LDL yang tinggi, riwayat keluarga menderita penyakt jantung koroner pada usia muda (< 55 tahun untuk pria dan < 65 tahun untuk wanita). Kami menyarankan apabila nyeri dada berlnjut, coba lakukan pemeriksaan X-ray atau pemeriksaan EKG untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit pada dada. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. Salam, dr. Widi Asrining Puri dr. Widi Asrining Puri Anggota Redaksi Medis Kedokteran Umum KlikDokter.com terima kasih sblumnya dok. saya sudah ke dokter saraf tp nggak ada perubahannya dok, saya jg sdh melakukan pemeriksaan EkG dan ECHO dok hasilnya tidak ditemukan sumber dr rasa sakit itu dok, lalu saya harus ke spesialis mana lg dok. terima kasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami sangat senang karena Anda mempercayakan layanan konsultasi kami untuk membantu mengatasi masalah kesehatan Anda.

JIka semua keluhan fisik yang Anda rasakan tidak didukung dengan hasil yang positif pada pemeriksaan baik pemeriksaan fisik maupun penunjang maka mungkin saja yang Anda alami adalah gangguan psikosomatis. 

Gangguan psikosomatis merupakan gangguan atau keluhan-keluhan yang dirasakan berhubungan dengan kondisi psikis, misalnya bila seseorang mengalami tekanan mental (stress) maka keluhan-keluhan dapat muncul termasuk rasa sesak, cemas, berdebar-debar, peningkatan asam lambung, sakit kepala, dan sebagainya. Cobalah untuk membuat tubuh dan pikiran Anda lebih rileks. Lakukan kegiatan-kegiatan positif  dan produktif seperti bersosialisasi, olahraga, menulis, dan sebagainya untuk mengindari perasaan marah/sedih yang Anda rasakan.

Jika Anda memiliki masalah yang cukup berat, kami sarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri untuk mencari tahu diagnosis dan terapi yang lebih tepat. Wawancara medis yang mendetil dan dilakukan secara langsung selalu lebih baik.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar