Sukses

Apakah Saya Memiliki Tekanan Darah Tinggi?

16 Apr 2015, 13:40 WIB
Pria, 32 tahun.

Asalamu'alaikum; dok yg terhormat,saya sering ukur tensi sendiri dirumah ukuran yg kiri slalu lebih rendah dari pada yg kanan itu pertanda ap ya dok,dan dan tensi saya klo lgi terbeban pikiran tensi saya sampai2 mancapai 140/100 kdg terasa mau pingsan,tapi tidak lama saya ukur lgi langsung turun 115/70 apakah saya positip mengidap hipertensi dok,terima kadih ya dok.

 

Bapak/Saudara yang terhormat,

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 

Halo! Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

 

Sistolik atau angka atas dari pengukuran tekanan darah adalah pengukuran tekanan darah ketika jantung berkontraksi dan memompa darah ke pembuluh darah aorta (menyalurkan darah ke seluruh tubuh) dan pembuluh darah pulmonal (menyalurkan darah ke paru). Apabila terjadi peningkatan tekanan di dalam pembuluh darah (terutama aorta), maka jantung akan membutuhkan tekanan lebih besar untuk memompa darah ke dalam pembuluh darah (sesuai dengan hukum fisika dimana gradien tekanan mengalir dari tinggi ke rendah). Peningkatan tekanan pembuluh darah dapat terjadi karena pengerasan pembuluh darah (arteriosklerosis) akibat dari penumpukan kolesterol, penyakit diabetes melitus, atau proses penuaan. Apabila jantung meningkatkan tekanannya maka secara otomatis tekanan darah sistolik akan meningkat. Hal itulah yang disebut dengan prehipertensi, hipertensi derajat 1 dan 2. Seseorang dengan prehipertensi umumnya hanya membutuhkan diet rendah garam, olahraga, dan perubahan pola hidup lebih sehat untuk menormalkan tekanan darahnya. Diastolik yang normal tidak masalah, yaitu di bawah 80 mmHg.

 

Diastolik atau angka bawah pengukuran tekanan darah adalah tekanan ketika jantung sedang mengisi darah sebelum dipompakan. Peningkatan diastolik umumnya karena gangguan hemodinamik atau sirkulasi. Peningkatan diastolik umumnya terjadi pada usia muda. Penatalaksanaannya sama seperti peningkatan sistolik. Obesitas banyak berkaitan dengan peningkatan tekanan darah diastolik.

 

Seseorang dikatakan menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) jika dalam 3 kali pengukuran tekanan darah berturut-turut di waktu yang berbeda menunjukkan hasil tekanan sistole (angka yang pertama) ≥ 140 mmHg atau tekanan diastole (angka yang kedua) ≥ 90 mmHg. Hasil tekanan darah yang tinggi hanya dengan satu kali pemeriksaan belum dapat didiagnosis menderita tekanan darah tinggi karena hasil tekanan darah dapat meningkat saat seseorang dalam kondisi stres atau setelah beraktivitas, dll. 

 

Berapa perbedaan tekanan darah tersebut? Jika antara lengan kanan dan lengan kiri tidak perbedaannya tidak melebihi 20 mmHg, maka Anda tidak perlu terlalu khawatir. 

 

Perbedaan besar (>20 mmHg)dalam pengukuran tekanan darah antara lengan Anda dapat sinyal masalah kesehatan, seperti:

  •      Penyumbatan pembuluh darah di lengan (penyakit arteri perifer)

  •      Diseksi Aorta

  •      Penyakit ginjal

  •      Diabetes

  •      Gangguan jantung

 

Jika setelah beberapa kali pemeriksaan didapatkan hasil tekanan darah lebih tinggi dari normal, dapat dikatakan bahwa menderita darah tinggi. Pada tahap awal, terapi darah tinggi dapat dilakukan dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti :

  • Olahraga teratur, minimal 3x/minggu masing-masing selama minimal 30 menit, seperti jalan kaki, jogging, berenang

  • Kurangi berat badan.

  • Kurangi asupan garam

  • Kurangi mengkonsumsi makanan yang digoreng

  • Perbanyak asupan makanan berserat seperti buah-buahan dan sayuran

  • Berhenti merokok dan hindari konsumsi alkohol

 

Jika dengan melakukan perubahan gaya hidup tersebut tekanan darah tetap tinggi, maka diperlukan terapi dengan obat-obatan untuk mengatasi hipertensi. Hipertensi yang tidak diterapi dapat menyebabkan berbagai komplikasi berupa gangguan jantung, pembuluh darah, gangguan ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak, dll.

 

Tekanan darah yang tinggi dapat mengakibatkan rasa pusing atau sakit kepala dan sekitar leher. 

 

Terapi obat-obatan dapat membantu mengendalikan tekanan darah, dan pada banyak kasus memang diperlukan seumur hidup agar tekanan darah terkontrol. 

 

Untuk informasi Anda lebih lengkap, kami sertakan beberapa artikel yang baik untuk dibaca terkait dengan tekanan darah tinggi (hipertensi):

Hipertensi

Hipertensi Makin Muda

Garam Berperan dalam Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Kurangi Asupan Garam untuk Mencegah Hipertensi

Penderita Hipertensi Hati-Hati Konsumsi Daging!

Mengatasi Hipertensi dengan Diet Sehat

6 Tips Meredam Hipertensi

8 Tips Alami Kontrol Tekanan Darah

5 Bahaya karena Hipertensi

Waspada Kematian Mendadak Hipertensi

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam sehat selalu,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar