Sukses

Apakah Saya Terkena HIV dan Diabetes?

16 Apr 2015, 13:50 WIB
Pria, 21 tahun.

Dok, saya punya kecemasan yang amat sangat pada diri saya. Saya dulu orang yang suka jajan malam, tapi sudah 2 tahun ini saya tidak pernah lagi. Namun kehidupan saya hanya duduk didepan komputer,bermalas2an tidak bekerja dan tidak pernah berolah raga. Sekarang ini saya merasa tubuh saya lemas dan bibir saya kering seperti berjamur. Lalu saya mencoba berolah raga tiap 2 kali seminggu, dan tubuh saya sedikit membaik. Saya sempat berfikir kalau saya terinfeksi virus HIV Aids. Namun kakak saya yang bekerja sebagai perawat mengatakan saya terkena diabets karena melihat semut di bekas tempat saya kencing. Karena penasaran sayapun menguji dengan air mani,ternyata benar air mani saya langsung dikerubuti semut. Pertanyaan saya, apakah saya terkena HIV Aids atau Diabetes? Dan kapan seseorang bisa menyadari terkena 2 penyakit tersebut? Terima Kasih

Bapak/Saudara yang terhormat,

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 

Diabetes adalah kondisi ketika gula darah berlebih di dalam pembuluh darah.

 

Adapun, gejala khas yang sering ditemukan adalah:
- keluhan banyak makan,
- banyak minum, dan
- banyak buang air kecil terutama pada malam hari.
- penurunan berat badan drastis

 

Adakah di antara gejala tersebut yang Anda alami?
 

Selain gejala khas di atas, masih terdapat gejala lain yang juga dapat ditemukan pada penderita diabetes:
- pandangan kabur
- kesemutan pada tangan dan/atau kaki
- luka yang tidak sembuh
- gatal-gatal pada selangkangan atau kemaluan
- keputihan (wanita)

- cepat lelah dan mengantuk, hasil kerja menurun
- gangguan seksual (disfungsi ereksi)

 

Sedangkan untuk HIV, HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sampel darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Blot. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi.

 

Infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

 

Tahap Pertama

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah :

-          Nyeri kepala

-          Diare

-          Mual dan Muntah

-          Lelah

-          Nyeri otot

-          Nyeri menelan

-          Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

-          Demam

Hubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

 

Tahap Kedua

Setelah tahap serokonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis. Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun. Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sistem sel darah putih kita yang dinamakan sel T CD 4 dan merusak sistem imunitas.

 

Tahap Ketiga  (Infeksi HIV dan AIDS)

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS baik untuk kendali virus maupun obat untuk mengendalikan infeksi AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

-          Lelah setiap saat

-          Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

-          Demam > 10 hari

-          Keringat malam

-          Berat badan menurun drastis

-          Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

-          Sulit bernafas

-          Diare yang berkepanjangan

-          Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

-          Mudah berdarah atau memar

 

Apakah ada tanda dan gejala tersebut di atas yang Anda alami? Karena begitu kompleksnya gejala-gejala yang ada, sehingga dibutuhkan serangkaian pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis. Kami sarankan Anda mengunjungi dokter untuk berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis Anda. Dengan demikian Anda dapat memperoleh penanganan yang tepat.

 

Semoga penjelasan kami dapat diterima dengan baik dan keluhan Anda segera teratasi!

 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam sehat selalu,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar