Sukses

PCOS Bisakah Kembali Normal?

12 Jul 2015, 09:53 WIB
Wanita, 21 tahun.

dok sya d vonis oleh dokter 7 bln yg lalu trkena pcos stlah brobat akhirnya salah satu sel telur sya sdh mmbesar dg ukuran 1,71 cm...bulan nov-25 feb menstruasi sy tratur tp smnjak mnstruasi trakhir hinggaa sat ini sy blm menstruasi..akhir2 inipun sya mengalami pusing sudah 2 minggu tak kunjung sembuh...sya cb TP dan tes urine d lab tp - dan sy jg cb usg trans V tp kata dokter blm trlihat krna msih penebalan dinding rahim jd blm bs d pastikan... yg jd prtnyaan sya dok 1.apakah sy bs trkena pcos lg/sel telur kmbali kecil2? 2.normalkah ukuran sel telur sya?sbb yg sy baca ukuran sel telur mnggunakan mm bkn cm demikian prtnyaan sy dok. trimakasih

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Sindroma ovarium polikistik atau lebih dikenal dengan Policystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah kelainan di indung telur wanita akibat ketidakseimbangan hormon. Sindroma ovarium polikistik dapat menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan menyebabkan gangguan kesuburan. Gejalanya antara lain adalah mentruasi tidak teratur (menjadi jarang atau berdarah banyak), gangguan kesuburan, gangguan pematangan sel telur sehingga telur yang ada berukuran kecil, gangguan metabolisme lemak, peningkatan berat badan dan jaringan lemak pada tubuh bagian atas, timbul jerawat pada muka atau badan,  pertumbuhan rambut-rambut halus yang berlebihan di wajah dan badan.

Gejala utama dari penderita PCOS yaitu adanya gangguan pada siklus menstruasi dan adanya peningkatan kadar hormon pria (androgen), seperti berjerawat, pertumbuhan rambut yang berlebih di seluruh tubuh (hirsutism), dll. Namun, beberapa wanita mungkin tidak merasakan adanya gejala-gejala PCOS selain mengalami kesulitan untuk mendapatkan keturunan (infertilitas). Infertilitas pada penderita PCOS terjadi karena indung telurnya tidak mampu melepaskan sel telur setiap bulannya. 

Disamping mengalami peningkatan kadar hormon pria, PCOS juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi insulin perifer dan hiperinsulinemia (tingginya kadar insulin dalam tubuh) akibatnya penderita PCOS cenderung akan mengalami gangguan dalam pengaturan metabolisme lemak (lipid) dan  pengaturan kadar gula darah (kadar gula darah menjadi tinggi dalam tubuh seperti yang terjadi pada penderita gula darah), sehingga mereka menjadi obesitas.

PCOS mepengaruhi infertilitas (gangguan kesuburan ) dikarenakan menyebabkan wanita menghasilkan sikus anovulatoar (tidak mengandung sel telur) akibat dari ketidakseimbangan hormonal. 

Untuk mengatasi masalah gangguan kesuburan, diperlukan terapi hormonal lainnya (seperti obat kontrasepsi oral), metformin, obat penyubur (clomiphene) yang dapat diberikan oleh dokter. Selain itu dapat juga dilakukan terapi Laparoscopic ovarian drilling (LOD) yaitu operasi sederhana yang menggunakan laser/panas untuk menghancurkan jaringan ovarium yang memproduksi androgen, seperti testosteron. 

Dengan terapi yang adekuat, bila hasil terapi menunjukkan perubahan yang baik, Seseorang dengan riwayat PCOS dapat memiliki keturunan, walaupun memang sulit. Untuk itu perlu adanya kedisiplinan dan kepatuhan pasien dalam terapi atau saat kontrol ke dokter. Sebaiknya Anda kembali berdiskusi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Anda.

Jika Anda telah melakukan berbagai tindakan seperti di atas dan hasil yang didapatkan dalam keadaan normal, namun tetap belum mendapatkan keturunan, bersabarlah dan tetap berusaha dan berdoa pada Nya. Semoga Anda dapat segera dianugerahi buah hati. 

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

 

Salam, 

0 Komentar

Belum ada komentar