Sukses

Mengenai Diabetes

12 Apr 2015, 16:29 WIB
Pria, 48 tahun.

Dok ,saya laki-laki umur 48th, saya baru tes gula darah dan hasiln nya 229 , apakah saya sudah terkena diabetes dan mohon solusinya

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Bapak/Saudara yang terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Sebelumnya, kami akan menjelaskan sedikit mengenai diagnosis diabetes. Diabetes dapat didiagnosis dengan salah satu hal berikut: 

  • Kadar gula darah puasa Anda sama dengan atau lebih besar dari 126 mg/dL
  • Hasil tes gula darah sewaktu (hasil pemeriksaan sesaat pada suatu hari tanpa memperhatikan waktu makan terakhir ) lebih dari 200 mg/dL disertai dengan gejala klasik
  • Anda memiliki tes toleransi glukosa oral dengan hasil lebih dari 200 mg/dL
  • Tes A1c Anda lebih besar dari 6,5%

Jenis tes kadar gula manakah yang telah Anda lakukan? Adapun gejala klasik yang dimaksud adalah (3P) yaitu polydipsia (minum lebih sering), polyphagia (makan lebih sering), dan polyuria (kencing lebih sering), disertai penurunan berat badan. Gejala lainnya antara lain pandangan mata kabur, parestesia (rasa baal, tebal, atau kesemutan) pada anggota tubuh bagian bawah, terdapat infeksi jamur (sebagai contoh: balanitis pada pria), tubuh lemah.

Anda dapat melakukan pemeriksaan gula darah di laboratorium/klinik/RS terdekat dan menyesuaikan hasilnya dengan kriteria diabetes di atas. Pemeriksaan yang diperlukan umumnya pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), gula darah puasa (GDP), gula darah darah 2 jam setelah makan (post prandial), dan pemeriksaan HbA1c (memeriksa kondisi gula darah dalam 3 bulan terakhir).

Kemudian, dalam mengenali diabetes, perlu diketahui beberapa hal penting berikut yang menjadi faktor risiko seseorang menderita diabetes.

Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi: 

  • Riwayat diabetes di keluarga (terutama orang tua dan saudara kandung)
  • Umur (risiko meningkat seiring usia bertambah)
  • Riwayat diabetes saat hamil (diabetes gestasional) bagi wanita
  • Riwayat berat badan lahir rendah (<2500 gram)

Faktor risiko yang dapat dimodifikasi: 

  • Berat badan lebih (IMT >23, atau BB >120% BB idaman)
  • Aktivitas fisik kurang; hipertensi (tekanan darah >140/90 mmHg)
  • Dislipidemia (kolesterol HDL=35 mg/dL, trigliserida ≥250 mg/dL)
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Diet tidak sehat (asupan tinggi gula dan rendah serat)

Apabila Anda sudah memiliki faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi, Anda tetap dapat menurunkan risiko diabetes dengan menerapkan pola hidup yang sehat, dengan menghindari hal-hal yang menjadi faktor risiko yang dapat dimodifikasi di atas.

Dibutuhkan pengaturan gaya hidup, diet makanan sehat dan teratur dengan cara menyeimbangkan jumlah kalori dari makanan yang masuk ke tubuh dengan jumlah kalori yang keluar sehari-hari, menambah aktivitas fisik dan olahraga, hindari merokok dan alkohol, serta menjaga berat badan ideal (Kalkulator indeks massa tubuh: Body Mass Index ), sehingga risiko terkena diabetes di masa mendatang dapat dikurangi.

Mengenai konsumsi gula, WHO merekomendasikan pembatasan asupan gula sejumlah 5% dari total kalori per hari. Anda dapat menghitung kebutuhan kalori Anda disini: Kalkulator Kalori

Jika didapati kriteria yang telah disebutkan di atas, kami sarankan Anda memeriksakan diri Anda ke dokter agar diperoleh penanganan yang optimal. 

Berikut artikel terkait yang dapat menambah informasi Anda:

0 Komentar

Belum ada komentar