Sukses

Nyeri Dada, Sesak Napas, Muntah Saat Hamil

16 Nov 2015, 16:11 WIB
Wanita, 35 tahun.

Ass,Wr,Wb Dok saya ingin bertanya saya sering mengalami nyeri di dada dan sesak nafas biasanya terjadi muntah dok saya sedang hamil 2 bulan apakah saya terkena penyakit jantung kalo iya bisa minta tolong saran obat apa yang saya minum ? umur 35 tinggi 165 berat 65

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Mual dan muntah yang terjadi pada kehamilan diakibatkan karena perubahan hormonal yang umumnya terjadi di awal kehamilan (minggu ke 6-8, puncak pada minggu ke 12-14, dan membaik pada minggu ke-22) sampai badan wanita tersebut beradaptasi dengan peningkatan produksi hormon.

Mual dan muntah dapat terjadi sepanjang hari namun memburuk di pagi hari karena perut yang kosong atau jika ibu hamil tidak makan dalam porsi yang cukup. Mual dan muntah ini biasanya terjadi pada 80 – 85% kehamilan selama triwulan pertama, dengan gejala muntah yang mengganggu sebesar 52%. Beberapa saran yang dapat dilakukan untuk mengurangi mual dan muntah adalah:

  • Bila muntah adalah masalah di pagi hari, makan makanan kering seperti sereal, roti, atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari, atau coba makan makanan ringan tinggi protein seperti keju sebelum pergi tidur (protein membutuhkan waktu lama untuk dicerna)
  • Makan makanan ringan setiap 2-3 jam lebih baik dari 3 kali makan besar. Makan secara perlahan dan kunyah makanan secara sempurna
  • Makan makanan yang mengandung banyak cairan. Hindari jumlah besar konsumsi cairan dalam satu waktu. Coba minuman yang dingin, jus buah seperti apel atau anggur
  • Hindari makanan pedas, gorengan, atau berminyak

Mual dan muntah selama kehamilan akan membaik dengan sendirinya pada kehamilan 16 – 20 minggu. Setiap kehamilan tidaklah sama karena masing-masing memiliki perubahan siklus hormonal yang berbeda. Pada saat hamil, sebaiknya membatasi asupan obat yang merupakan bahan kimia dari luar. Hal ini dilakukan guna mengurangi terjadinya efek obat tersebut pada janin. Kami sarankan agar Anda berkonsultasi ulang ke dokter Anda mengenai hal ini. Meminum obat terus menerus tidak akan baik. Apabila memang anda tidak dapat makan dan minum sama sekali dan obat-obatan tidak dapat masuk, maka segeralah berkonsultasi ke dokter. Mungkin anda mengalami hiperemesis gravidarum yaitu muntah di dalam kehamilan yang tidak terkendali. Hal ini dapat mengakibatkan kekurangan cairan, berbahaya bagi anda dan janin, serta membutuhkan perawatan rumah sakit.

Keluhan sesak nafas pada kehamilan biasanya karena perut yang membesar sehingga mendesak diafragma dan mengakibatkan sesak tetapi jarang disertai dengan nyeri dada. Peningkatan asam lambung biasanya dapat menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak diikuti nyeri ulu hati, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD juga termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD lain adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya. Kami sarankan Anda memeriksakan diri ke dokter yang menangani Anda sehingga diagnosis dapat ditegakkan, serta diberikan obat yang aman untuk kehamilan jika memang diperlukan.

Kami lampirkan beberapa artikel terkait GERD untuk Anda baca:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

 

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar