Sukses

Efusi Pleura Post TB Paru

30 Dec 2015, 07:50 WIB
Pria, 25 tahun.

Pak dokter, saya sudah minum obat selama 6 bln dn saya dinyatakan sembuh oleh dokter, tapi di hasil rontgennya cairan efusi pleura masih ada, Waktu sya tanya dokter katanya cairan itu tidak ada hubungannya dgn kuman tbc. Kuman tbc bsa smbuh dgn pengobatan 6 bln, tpi efusi pleura itu btuh proses. Bagaimana menurut bpk???

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter.

Efusi Pleura adlaah peningkatan cairan yang berakumulasi di rongga pleura (rongga yang meliputi paru-paru). Peningkatan cairan di rongga pleura dapat menyebabnya gangguan pernapasan akibat terganggunya pengembangan paru saat bernapas.

Efusi pleura dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, diantaranya adalah tuberkulosis, gagal jantung, pneumonia, kanker, dll. Tuberkulosis adalah penyebab efusi pleura terbanyak di negara berkembang seperti Indonesia. Menurut The Journal Chest tahun 2006, Efusi pleura terjadi pada 5% pasien dengan TBC dan jumlah TBC ekstrapulmoner (termasuk efusi pleura) ini ditingkatkan dengan adanya pandemik HIV.

Efusi pleura merupakan penyakit sekunder dari TBC. Hal ini terjadi karena iritasi dari selaput pleura yang menyebabkan gangguan permeabilitas membran sehingga menurunkan tekanan onkotik yang menyebabkan cairan masuk ke dalam rongga pleura. Jadi efusi pleura memang dapat berhubungan dengan penyakit Tuberkulosis.

Tubuh dapat menyerap kembali cairan yang ada dalam rongga pleura jika jumlahnya sedikit, namun memang membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Oleh karena itu sebaiknya Anda tetap rutin melakukan pemeriksaan kontrol kepada dokter spesialis Paru Anda, walaupun pengobatan TB paru sudah selesai untuk mengevaluasi kondisi efusi pleura yang masih Ada. 

Perlu tidaknya terapi atau obat tertentu untuk efusi pleura Anda, haruslah atas pertimbangan dokter yang menangani kasus Anda. Karena beliaulah yang lebih memahami kondisi penyakit Anda saat ini. Untuk itu, berdiskusilah lebih lanjut dengan dokter spesialis paru anda mengenai kekhawatiran Anda tsb.

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

Sekian,

 

0 Komentar

Belum ada komentar