Sukses

Cairan Putih dari Kelamin

06 Apr 2015, 09:06 WIB
Wanita, 27 tahun.

Dok sy mo tnya knp ya psangan sy saat klo hub seks dgn sy tdak mnggunakan kondom kbsokannya mngeluarkan cairan putih di alat vitalnya ?mohon djwab ya dok trmaksih

Ibu/Saudari yang terhormat,

 

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

 

Salam kami untuk pasangan Anda.

 

Pada prinsipnya terdapat tiga macam cairan yang dapat keluar dari lubang kemaluan, yaitu urin, cairan semen/air mani, dan cairan ejakulat yang mengandung sperma. Urin terbentuk dari sisa metabolisme tubuh yang harus dikeluarkan oleh tubuh, sedangkan air mani dan cairan ejakulat terbentuk sebagai respon dari rangsangan seksual yang diterima. Kedua cairan ini pada akhirnya akan berperan dalam membantu terjadinya proses pembuahan sel sperma dengan sel telur.

 

Air mani dan cairan ejakulat dapat dibedakan dari warna dan konsistensinya. Air mani atau cairan semen merupakan cairan bening yang berasal dari kelenjar prostat (60%), kelenjar vesika seminalis (30%), dan sedikit kelenjar bulbouretral. Cairan ini berfungsi untuk membantu transportasi, memberi nutrisi, membantu pergerakan sperma, dan memiliki fungsi lubrikasi saat penetrasi. Selain itu, air mani mengandung cairan basa yang dapat menetralisir keasaman pada uretra laki-laki dan vagina wanita. Fungsi ini sangatlah penting mengingat asam dalam konsentrasi tinggi dapat membunuh sel sperma.

 

Keluarnya cairan seperti putih dari kemaluan perlu dievaluasi oleh dokter apakah merupakan suatu pertanda adanya proses infeksi pada kemaluan pasangan Anda. Adapun infeksi yang dimaksud umumnya disebabkan oleh kuman yang dapat ditransmisikan melalui hubungan seksual seperti gonore, klamidia, dan kuman lainnya. 

 

Apakah sebelumnya sudah berobat ke dokter? 

 

Kami sarankan sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk tatalaksana yang diagnosis dan terapi yang optimal. Dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisis langsung dan penunjang (seperti pemeriksaan urin dan cairan kelamin) sesuai indikasi sebelum menentukan terapi yang sesuai.

 

Demikian informasi yang dapat disampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

 

Salam,

Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar