Sukses

Risiko Terkena HIV

06 Apr 2015, 13:21 WIB
Pria, 21 tahun.

Dok, saya memiliki kecemasan yang amat sangat tentang hidup saya. Dulu saya anak yang aktif dan sering berolah-raga, namun ketika remaja saya menjadi orang yang pasif, suka keluar malam, dan perokok. Kebetulan ibu saya bekerja di bidang kesehatan bagian pendata HIV Aids. Karena setiap hari ibu saya mengatakan bahaya dan ciri-ciri penderita HIV sayapun cemas menilai diri saya, karena saya sekarang jadi sering lelah ketika berolah raga. Namun saya tidak tahu ini lelah karena efek rokok dan dunia malam atau HIV. Yang jelas saya takut untuk cek darah. Dan jikalau memang saya terkena HIV apakah HIV itu bisa disembuhkan dengan cara transplantasi sel punca? dan bagaimana perkembangan transplantasi sel punca di Indonesia? terima kasih

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com,

Kami memahami kekhawatiran Anda. HIV (Human Imunodeficiency Virus) merupakan suatu infeksi virus yang dapat melemahkan sistem pertahanan tubuh dengan menghancurkan sel darah putih khusus untuk pertahanan tubuh. Sedangkan, AIDS merupakan penyakit akibat terinfeksi virus HIV. HIV umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, dan ASI.

Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.

Gejala awal umumnya tidak spesifik berupa demam, sakit kepala, penurunan berat badan, gejala mirip sakit flu. Namun pada tahap lanjut akan terjadi infeksi pada berbagai organ seperti otak, paru dan organ lain.

Untuk mengetahui apakah seseorang menderita HIV diperlukan adanya data wawancara medis secara lengkap, pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksan darah. HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt.

Pada dasarnya Virus ini umumnya ditemukan dalam cairan-cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan ejakulat, atau cairan vagina orang yang terinfeksi dan akan ditransmisikan pada beberapa keadaan berikut:

  • saat melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi HIV (anal, vaginal, atau oral)

  • berbagi jarum suntik dengan seseorang yang terinfeksi HIV

  • terpajan HIV sejak dalam kandungan, saat proses kelahiran, atau saat menyusui

  • terpajan cairan tubuh lain (terutama darah) dari seseorang yang terinfeksi HIV, seperti melalui transfusi, melalui luka baik luka yang terlihat maupun tidak terlihat kasat mata

Apa yang Anda maksud dengan 'dunia malam'? Apakah Anda melakukan praktik bertukar jarum suntik saat menggunakan narkoba? Apakah Anda sering berganti-ganti pasangan, atau pernah berhubungan dengan pekerja seks komersial (PSK)? Bila Anda sekedar merokok dan keluar malam untuk minum-minum atau berkumpul dengan teman Anda, maka kemungkinan terpajan HIV kecil.

Sel Punca atau Stem Cell merupakan sel yang memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri sendiri dengan menghasilkan sel-sel berkarakteristik sama dengan sel induknya serta dapat berdiferensiasi menjadi berbagai jenis sel dalam tubuh. Sel punca dibagi menjadi 2 yaitu sel punca embrionik dan sel punca dewasa. Salah satu jenis sel punca dewasa adalah Sel Punca Mesenkimal (Mesenchymal Stem Cell,MSC) yang dapat ditemukan pada sumsum tulang, jaringan lemak, tali pusat, periosteum, tulang trabeskular dan gigi susu. Keberadaan MSC memberikan peluang untuk terapi sel secara autologus (dari diri sendiri) tanpa adanya resiko penolakan dari sistem imun. Bila melihat prinsipnya, semua umur dan hampir berbagai bentuk penyakit kemungkinan bisa memanfaatkan prinsip sel Punca ini.

Prinsip stem cell memang menjanjikan untuk dapat menangani berbagai jenis penyakit. Namun hingga saat ini belum ada pengobatan yang bisa menyembuhkan HIV, termasuk sel punca. Untuk terapi stem cell di Indonesia belum banyak diaplikasikan, namun sudah mulai banyak yang menggunakannya untuk melakukan penelitian. Sel Punca masih membutuhkan berbagai penelitian mendalam. Semoga kedepannya perkembangan sel Punca terus bertambah.

 

Kami lampirkan beberapa artikel untuk Anda baca terkait HIV: 

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. 

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar