Sukses

Khawatir Hamil Akibat Terdapat Mani di Celana?

06 Apr 2015, 13:39 WIB
Wanita, 20 tahun.

dok mau tanya apakah masturbasi bisa menyebabkan hamil saya takut maaf cd saya ada mani ny?

dr. Atika

Dijawab Oleh:

dr. Atika

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com,

Kami mengerti akan kekhawatiran anda. Onani atau masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Kebiasaan melakukan masturbasi bukanlah hal yang positif oleh karena itu kami tidak menganjurkan hal tersebut, terlebih jika dilakukan frekuensi yang sangat sering (hampir setiap hari). Onani pada umumnya tidak menyebabkan lemas.

Efek dari kebiasaan melakukan masturbasi lebih condong kepada masalah psikis dimana timbul pikiran terus menerus untuk melakukan masturbasi. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. 

Seseorang dengan kebiasaan terlalu sering masturbasi dapat mengalami:

  • Perubahan pola tidur

  • Stres & depresi

  • Ansietas (kecemasan/panik)

  • Lemas

  • Kurangnya konsentrasi

  • Dan pada akhirnya dapat juga menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi (karena faktor-faktor psikologis tersebut).

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengalihkan keinginan melakukan masturbasi adalah dengan melakukan hal-hal yang lebih positif seperti dengan berolah raga, melakukan hobi-hobi anda, berpuasa dll. Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi.

Adapun saat melakukan masturbasi (perangsangan oleh diri sendiri), maka tidak terdapat kemungkinan hamil sama sekali. Untuk dapat terjadinya kehamilan, harus terdapat penetrasi dan ejakulasi (pengeluaran cairan sperma) oleh pihak laki-laki.

Bila cairan hasil ejakulasi tidak masuk sama sekali ke dalam vagina atau dikeluarkan seluruhnya diluar vagina perempuan, atau hanya melakukan perangsangan atas diri sendiri/ masturbasi, maka kemungkinan untuk terjadinya kehamilan sangat kecil. Hal ini disebabkan oleh sperma yang seharusnya membuahi sel telur (dan menjadi janin pada akhirnya) tidak akan dapat mencapai ovarium perempuan. Untuk terjadinya kehamilan tidak hanya melibatkan proses masuknya sperma ke dalam tubuh perempuan, namun juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain misalnya kekentalan lendir leher rahim (bila lebih kental, maka akan menyulitkan perjalanan sperma), kondisi lingkungan rahim yang dilewati sperma, dll. Kondisi digunakannya pakaian akan menyebabkan sperma tidak dapat masuk kedalam vagina wanita.

Sedangkan bila sperma sempat masuk ke dalam vagina seorang wanita, maka selalu ada kemungkinan untuk terjadinya kehamilan. Adapun masa subur adalah 14 hari setelah hari mulainya haid terakhir. Pada masa subur tersebut (yang berlangsung selama 1-2 hari) kemungkinan terjadinya kehamilan sangat tinggi. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga dapat bermanfaat.

Salam.

0 Komentar

Belum ada komentar