Sukses

Anak Sering Batuk Pilek dan Terapi Nebulizer

24 Apr 2015, 14:08 WIB
Wanita, 28 tahun.

Slamat Sore Dokter, Anak saya sekarang berumur 15bln, dlu asupan Asi nya memang kurang karena saya tinggal kerja diluar kota, jadi pake sufor. Nah efeknya dia jd sring bapil, klo sdah bapil lama sembuhnya meskipun sdah dbwa ke DSA. Sembuhnya hnya klo sdah di nebu. Gmn caranya biar ketika bapil anak sya tdk bergantung trs dg nebu dok, adakah cara ato terapi sendiri dirumah untuk mengeluarkan ingus/dahak? Terima kasih banyak.

dr. Citra Roseno

Dijawab Oleh:

dr. Citra Roseno

Ibu yang terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Batuk dan pilek merukanan gejala penyakit yang sering dialami oleh anak-anak yang sering membuat para orang tua khawatir jika terjadi berkepanjangan. Batuk dan pilek pada anak dapat disebabkan oleh beberapa penyebab seperti infeksi virus, infeksi bakteri dan alergi.

Beberapa penyakit yang dapat dipikirkan yang mungkin berkaitan dengan kondisi anak Anda adalah alergi, infeksi saluran nafas seperti bronchitis dan infeksi paru. Pada kasus alergi, batuk-pilek memang kerap terjadi berulang dan bersamaan apabila anak terpapar oleh bahan-bahan alergen (pemicu alergi) dan sifat keluhan adalah hilang timbul sesuat waktu paparan. Sedangkan pada penyakit bronchitis, biasanya batuk disertai dengan keluhan demam dan sulit bernapas namun biasanya gejala berlangsung 5-10 hari dan membaik dalam 10-14 hari. Berbeda dengan alergi dan bronchitis, pada infeksi paru biasanya menimbulkan manifestasi yang beragam mulai dari ringan hingga berat dan keluhan yang timbul biasanya bersifat progresif seperti pada penyakit tuberculosis paru. Namun karena keterbatasan data yang ada kami tidak dapat memastikan penyebab pasti dari batuk dan pilek berulang yang anak Anda alami. 

Untuk mencegah agar anak Anda tidak sering terkena batuk dan pilek masa biasakan untuk mencuci tangan sebelum menggendong ataupun berkontak dengan anak, hindari anak berkontak dengan penderita flu, jaga kebersihan rumah, jaga lingkungan agar tetap lembab dan bersih, hindari faktor-faktor pencetus yang dicurigai dapat menyebabkan alergi pada anak seperti AC yang terlalu dingin; jaga kebersihan karpet, bantal ataupun boneka yang berbulu atau hindarkan dari jangkauan anak, serta hindarkan anak dari paparan debu, asap rokok maupun asap kendaraan bermotor. Selain itu, hal yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan daya tahan tubuh anak dengan cara memberikan makanan bergizi, kurangi konsumsi es dan menjaga kebersihan anak dan lingkungan tempatnya bermain.

Apabila keluhan anak Anda tidak kunjung membaik dan bertambah berat hingga anak menjadi sesak nafas, lendir hidung menjadi kehijauan dan anak demam tinggi kami sarankan Anda untuk mengkonsultasikan kondisi anak Anda ke dokter spesialis anak untuk dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang guna memberikan terapi yang optimal.

Selanjutnya, tindakan nebulizer atau penguapan dilakukan dengan cara memasangkan masker yang menutupi mulut dan hidung anak Anda. Uap yang keluar dari masker tersebut diharapkan dapat dihirup oleh anak dan masuk melalui hidung maupun mulut. Uap tersebut berasal dari obat tetes yang mengandung obat jenis bronkodilator (pelebaran saluran pernafasan) dan mukolitik (pengencer dahak). Tujuannya adalah untuk melegakan pernafasan dengan cara merangsang pengeluaran dahak. 

Umumnya pada anak kecil yang sakit batuk, terdapat dahak dalam saluran pernafasannya yang sulit dikeluarkan. Batuk sendiri merupakan usahanya untuk mengeluarkan dahak. Namun otot dada anak masih belum sekuat dewasa, sehingga dahak menjadi lebih sulit dikeluarkan, terlebih jika dahak sangat kental.

Tindakan penguapan tentunya juga harus memperhatikan keadaan setiap anak. Jika tampak tidak terlalu berat, tidak masalah jika tidak diberikan penguapan. Namun, jika anak tampak sulit bernafas akibat batuk dan dahak yang bersarang, akan lebih baik jika dibantu dengan penguapan. Terdapat alat inhalasi atau nebulizer yang dapat digunakan di rumah, atau menggunakan alat penghisap lendir berupa nasal aspirator. Namun sebelumnya konsultasikan dahulu dengan dokter anak Anda mengenai cara penggunaan atau terapi yang paling tepat untuk anak Anda di rumah.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar