Sukses

Mengatasi Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini
06 Apr 2015, 12:30 WIB
Pria, 41 tahun.

ereksi kurang keras dan tidak tahan lama

dr. Karin Wiradarma

Dijawab Oleh:

dr. Karin Wiradarma

Terima kasih telah menggunakan layanan e-Konsultasi Tanya Dokter KlikDokter.com.

Sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi disebut disfungsi ereksi. Gangguan ereksi dapat disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah :

  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Nutrisi yang dapat membantu mengatasi gangguan ereksi  adalah zinc dan kalsium. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Sementara itu, ejakulasi dini adalah ejakulasi berulang atau menetap dengan stimulasi seksual yang minimal, sebelum atau sesaat setelah penetrasi, dan sebelum saat yang diinginkan.

Penelitian menyebutkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan berlebih, depresi, stres, dan rasa bersalah dapat menyebabkan ejakulasi dini. Pada beberapa kasus, gangguan kesehatan seperti gangguan keseimbangan hormonal, penyakit diabetes melitus, gangguan saraf dan pembuluh darah merupakan penyebab dasar dari ejakulasi dini.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa ejakulasi dini diturunkan secara genetik karena ditemukannya gen dengan nama 5-HTTLPR yang bertanggung jawab untuk jumlah dan aktivitas dari serotonin. Serotonin sendiri mengontrol terjadinya ejakulasi pada pria. Pada pria dengan ejakulasi dini, serotonin mereka kurang aktif merangsang otak untuk mengontrol kemampuan ejakulasi.

Pada beberapa kasus, ED akan membaik seiring dengan waktu dan bersamaan dengan terselesaikannya masalah emosi pria tersebut. Terapi pengobatan hanya diberikan bila memang gangguan organik atau keseimbangan hormon adalah penyebabnya.

Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini adalah:

  1. Cobalah untuk lebih santai ketika melakukan hubungan intim. Hindari kondisi dikejar deadline atau perasaan ‘harus segera selesai’ ketika melakukannya. Tariklah napas dalam-dalam atau lakukan teknik relaksasi terlebih dahulu
  2. Carilah posisi yang nyaman. Posisi ‘woman on top’ akan lebih nyaman untuk pria
  3. Jangan menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang ketika akan berhubungan seksual
  4. Berlatihlah senam kegel untuk membantu mengencangkan otot panggul dan mengontrol ejakulasi dini (Baca: Senam Kegel untuk Pria)
  5. Beberapa jenis terapi dapat diberikan bagi mereka dengan ejakulasi dini:
    • Terapi seksual
      Terapi seksual dalam hal ini adalah berlatih mengendalikan ejakulasi dini dengan melakukan masturbasi. Dengan teknik masturbasi yang sesuai, tidak terlalu terburu-buru, sensitivitas dan respon terhadap suatu rangsangan seksual dapat dikendalikan. Melakukan masturbasi 1-2 jam sebelum hubungan seksual juga dapat menunda ejakulasi.
    • Terapi obat
      Obat-obatan antidepresi dan obat bius topikal (oles) juga dapat digunakan pada keadaan ini. Namun terapi dengan obat-obatan sebaiknya didiskusikan terlebih dahulu dengan dokter
    • Psikoterapi
      Seperti psikoterapi untuk masalah lainnya, psikoterapi dalam hal ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan dan stress yang dapat mempengaruhi hubungan seksual

Perlu dipahami bahwa selain beberapa tips diatas, kesehatan otak merupakan hal yang sangat penting di dalam kasus ejakulasi dini. Otak yang tidak sehat dapat mengganggu sel hormon sehingga mengurangi libido dan nafsu seksual seseorang. Kesehatan otak adalah yang paling utama, selain dari kesehatan jiwa dan fisik yang juga harus terjaga. Selain menjaga kesehatan otak, jiwa, dan fisik, jangan lupakan kebutuhan komunikasi bagi pasangan suami-istri.

Komunikasi dari hati ke hati dengan istri Anda mengenai hubungan seksual, apa yang diinginkan atau tidak, atau beban pikiran yang mengganggu. Komunikasi adalah jembatan penghubung antara pasutri dan merupakan obat yang cukup mujarab bagi pria dengan ejakulasi dini.

Jika Anda masih mengalami keluhan lebih lanjut, kami sarankan agar berkonsultasi dengan dokter andrologi untuk evaluasi menyeluruh dan mendapatkan terapi yang tepat.

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar