Sukses

Flek dan Berhubungan Saat Hamil Muda

01 Apr 2015, 09:54 WIB
Wanita, 28 tahun.

Saya sedang hamil 6 minggu, dalam 3 minggu terakhir saya sempat mengalami flek sebanyak 5x tapi tidak berturut-turut, warnanya kuning kecoklatan, dari dokter kandungan saya diberi obat penguat dan dilarang berhubungan badan. Saya LDR dengan suami, hanya bertemu setiap minggu, sampai kapan kami tidak boleh berhubungan?dan apa resikonya jika terpaksa terjadi hubungan badan? terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Tanya Dokter di KlikDokter.com.

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Keluarnya bercak darah atau flek saat hamil memang perlu mendapat perhatian lebih karena dapat menjadi pertanda suatu bahaya bagi janin yang dikandung, namun memang pada 20-30% wanita hamil terkadang dapat mengalami flek-flek perdarahan yang biasa terjadi di awal kehamilannya (3 bulan pertama kehamilan). Beberapa hal yang dapat menyebabkan timbulnya flek-flek selama kehamilan diantaranya adalah:

  • Melakukan hubungan seksual selama kehamilan. Biasanya flek-flek darah akan timbul setelah melakukan hubungan seksual saat hamil karena saat hamil serviks (leher rahim) wanita dialiri oleh lebih banyak darah dibandingkan oleh wanita yang tidak hamil, karena itu serviks wanita yang sedang hamil lebih mudah berdarah
  • Keguguran atau Ancaman keguguran
  • Kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik)
  • Blighted Ovum (BO). Merupakan suatu kelainan dimana janin di dalam rahim gagal untuk berkembang
  • Infeksi saluran reproduksi oleh jamur, parasit, ataupun bakteri
  • Plasenta previa atau Solusio plasenta (pelesapan plasenta dari dinding rahim). Merupakan penyebab perdarahan yang biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan.

Kami menduga dokter memberikan larangan untuk melakukan hubungan seksual sementara adalah agar kandungan Anda terjaga dengan baik. Hal ini bertujuan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan karena flek keluar terus-menerus saat kehamilan kemungkinan disebabkan oleh ancaman keguguran atau abortus iminens. Abortus iminens adalah tahap awal abortus di mana mulut rahim masih tertutup dan kehamilan umumnya masih dapat dipertahankan dengan obat penguat kandungan. Oleh sebab itu maka dokter yang menangani Anda melarang Anda untuk melakukan hubungan seksual terlebih dahulu. Kami sarankan agar Anda banyak beristirahat dan melakukan tirah baring. Jangan terlalu lelah bekerja.

Jika kondisi kehamilan Anda sehat, sebenarnya tidak masalah untuk melakukan hubungan seksual (dengan ejakulasi di dalam) saat hamil pada usia kehamilan berapapun. Asalkan tidak ada keluhan yang mengikuti hubungan seksual Anda dan pasangan seperti flek perdarahan, cairan ketuban merembes, rahim kontraksi terus menerus atau perut kram, dan riwayat keguguran berulang maka hubungan seksual dalam kehamilan diperbolehkan namun tetap harus berhati-hati. 

Sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi memang mampu menimbulkan terjadinya kontraksi rahim, selain itu aktivitas yang dilakukan saat berhubungan badan juga berisiko menimbulkan terjadinya perdarahan pasca senggama. Namun, jika kondisi kehamilan Anda sehat, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Janin sebenarnya tidak akan terpengaruh karena dilindungi oleh plasenta, dan kontraksi rahim yang timbul saat orgasme tidak cukup kuat untuk mencetuskan persalinan, tetapi dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada ibu hamil.

Posisi yang dianjurkan adalah posisi wanita di atas terutama pada kehamilan di trimester ketiga. Pada usia kehamilan cukup bulan (37-42 minggu) dimana kepala janin sudah memasuki rongga panggul, tidak dianjurkan untuk melakukan hubungan seksual karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perdarahan atau persalinan dini.

Kami sarankan untuk sementara Anda menunda hubungan seksual terlebih dahulu selama masih terdapat flek-flek dalam kehamilan Anda. Lakukanlah konsultasi rutin kepada dokter spesialis kandungan dan kebidanan yang menangani Anda. Bila dokter sudah melakukan pemeriksaan dan menyatakan kondisi janin dan rahim Anda baik dan Anda sudah diperbolehkan untuk berhubungan maka Anda baru dapat memulai berhubungan kembali.

Semoga kehamilan Anda berjalan lancar dan sehat selalu!

Demikian informasi ini kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam,

    0 Komentar

    Belum ada komentar