Sukses

Puting Susu Membesar

01 Apr 2015, 08:07 WIB
Wanita, 27 tahun.

Apakah bahaya jika puting sering "dipentil"?? Soalnya stelah di pentili putingnya menjadi besar

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.com

Pada dasarnya apa yang dilakukan dengan menyentil puting payudara tidak membuat membesar. Efek samping pertumbuhan puting payudara bisa didapat saat terjadi kehamilan, hal ini terkait perubahan hormon wanita. dan biasanya diikuti juga dengan perubahan warna puting itu sendiri. 

Berikut kami sertakan penjelasan mengenai perawatan payudara dan tips mendeteksinya sejak dini

Perempuan yang terkena kanker payudara biasanya datang dengan keluhan benjolan pada payudaranya. Benjolan ini membesar dengan cepat disertai rasa nyeri, kemerahan, dan keluar cairan dari puting susu. Juga bisa ditemukan kulit payudara dan puting susu yang tertarik ke dalam. Pada tahap lanjut bisa terbentuk luka pada benjolan disertai nanah dan bau akibat infeksi dan jaringan yang mati. Bila telah menyebar, bisa juga ditemukan benjolan pada payudara lain, ketiak, dan daerah sekitar leher, disertai rasa lemas dan sesak. Kanker payudara biasanya mengenai wanita berusia > 35 tahun. Sampai saat ini penyebabnya belum diketahui dengan pasti, namun diyakini banyak faktor yang berperan dan saling mempengaruhi satu sama lain:

  • Usia (semakin bertambah risikonya semakin besar)

  • Genetik, riwayat keluarga dengan keluhan sama

  • Kehamilan pertama pada usia > 30 tahun atau tidak pernah hamil sama sekali

  • Mendapat haid pertama pada usia sangat muda dan/atau usia menopause terlambat

  • Mutasi gen untuk kanker payudara

  • Kelainan payudara tertentu (misal hiperplasia)

  • Jaringan payudara yang padat

  • Densitas tulang tinggi (postmenopause)

  • Radiasi daerah dada, riwayat foto roentgen dada.

Faktor-faktor yang disebutkan di atas sifatnya adalah mutlak (tidak dapat diperbaiki). Masih ada faktor lain penyebab kanker payudara yang dapat diperbaiki, yaitu:

  • Hormon, pengobatan hormonal jangka panjang

  • Obesitas

  • Konsumsi alkohol, rokok

  • Virogen (belum terbukti pada manusia)

  • Makanan, yang tinggi lemak dan bersifat karsinogen (pemicu kanker)

  • Aktivitas fisik sedikit

Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas - terutama yang dapat diperbaiki  - diharapkan dapat dilakukan upaya pencegahan dini dengan mengurangi risiko yang ada. Namun mengingat penyebab kanker payudara bersifat multifaktorial (dipengaruhi banyak faktor), belum dapat dipastikan bahwa seseorang akan benar-benar terbebas dari risiko terkena kanker payudara dengan memodifikasi salah satu faktor tersebut.

DETEKSI DINI KANKER PAYUDARA

Dari penjelasan di atas, dapat diketahui bahwa gejala awal kanker payudara adalah benjolan pada payudara. Dengan demikian, melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) menjadi hal yang penting dilakukan oleh kaum perempuan. Namun hal ini masih menjadi kontroversi. Yang ideal adalah dengan melakukan pemeriksaan mammografi secara berkala. American Cancer Societymembuat sebuah panduan untuk deteksi dini kanker payudara:

Perempuan risiko sedang

- melakukan pemeriksaan payudara secara periodik (minimal setiap 3 tahun) ke dokter.

- memulai pemeriksaan mammografi berkala sejak usia 40 tahun setiap tahun

Perempuan risiko tinggi

- memulai pemeriksaan lebih cepat dengan interval lebih pendek, dan

- disarankan untuk melakukan pemeriksaan tambahan berupa pemeriksaanultrasound atau MRI

Sebagai tambahan, tidak semua benjolan pada payudara merupakan kanker. Masih ada keadaan lain seperti fibroadenoma mammae (FAM / tumor jinak payudara) dan mammaria displasia yang salah satu keluhannya juga berupa benjolan pada payudara. Tumor jinak payudara/FAM biasanya mengenai wanita yang lebih muda dan benjolan pada mammaria displasia biasanya dipengaruhi oleh siklus haid. Demikian penjelasan Saya. Semoga dapat dipahami dengan baik. Apabila masih ada yang tidak jelas, boleh menghubungi Saya kembali melalui rubrik e-konsultasi.

Salam,

0 Komentar

Belum ada komentar